SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Aktivitas berkebun yang semula berlangsung biasa berubah menjadi pengalaman menegangkan bagi Cahyadi, warga Kampung Mindi, Desa Budi Mulya, Kecamatan Cikupa. Saat membersihkan kebunnya di kawasan Sungai Cimanceuri, tepatnya di Kramat Roke, ia berhadapan langsung dengan seekor induk buaya yang tengah menjaga sarangnya. Temuan itu langsung dilaporkan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, yang kemudian mengevakuasi reptil tersebut bersama puluhan telurnya, Selasa (4/8).
Cahyadi menuturkan, peristiwa itu bermula pada Senin (3/8) pagi ketika dirinya menjalankan aktivitas rutin sebagai petani. Saat sedang merapikan kebun, ia melihat seekor buaya dewasa berada di semak-semak dan diduga sedang bertelur.
“Saat saya perhatikan lebih detail, buaya itu sangat agresif, bahkan sempat mengejar saya,” kata Cahyadi kepada Satelit News, Selasa (4/8).
Beruntung, Cahyadi berhasil menyelamatkan diri dari kejaran reptil tersebut. Karena khawatir keberadaan buaya dapat membahayakan warga, ia segera melaporkan kejadian itu kepada pengurus RT, RW, serta BPBD Kabupaten Tangerang.
Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti. Pada Selasa (4/8) siang, personel BPBD bersama warga Kampung Mindi melakukan pencarian di sekitar lokasi hingga akhirnya berhasil menemukan sekaligus menangkap induk buaya tersebut.
Tak hanya itu, petugas juga menemukan sarang yang berisi sekitar 40 butir telur buaya yang belum menetas.
Baca Juga: Bupati Tangerang Dorong Bahasa Sunda, Jawa, dan Betawi Jadi Warisan Generasi Muda
“Alhamdulillah, setelah dilakukan pencarian bersama-sama, akhirnya buaya berhasil ditangkap. Tidak hanya itu, kami juga menemukan sarang berisi sekitar 40 butir telur buaya yang belum menetas di lokasi yang sama,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, mengatakan induk buaya beserta sekitar 40 butir telurnya langsung dievakuasi ke lokasi yang lebih aman setelah berkoordinasi dengan petugas penanganan satwa liar.
“Langsung kita evakuasi setelah berkoordinasi dengan penanganan satwa agar dapat dipindahkan ke tempat yang aman. Jadi saat ini, induk buaya beserta 40 butir telurnya telah diserahkan kepada pihak berwenang guna penanganan dan konservasi lebih lanjut,” ujar Achmad Taufik.
Menurutnya, temuan seekor induk buaya yang sedang mengerami sekitar 40 butir telur menjadi indikasi bahwa kawasan sepanjang aliran Sungai Cimanceuri berpotensi menjadi habitat alami sekaligus lokasi berkembang biak satwa liar tersebut.
Karena itu, BPBD mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar bantaran sungai maupun kawasan semak-semak, mengingat kemungkinan masih terdapat buaya lain di wilayah tersebut.
“Kami mengimbau warga agar tetap meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar sungai atau area semak-semak. Apabila kembali melihat keberadaan buaya atau satwa berbahaya lainnya, segera laporkan ke BPBD atau petugas terdekat dan hindari mengambil tindakan yang dapat membahayakan keselamatan,” imbaunya. (alfian/aditya)
Baca Juga: Polsek Pagedangan Ungkap Kasus Kepemilikan Senjata Tajam Untuk Tawuran




















