SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Niat seorang penggembala kambing berteduh dari teriknya matahari justru berujung pada penemuan mengejutkan. Warga itu menemukan seorang pria berinisial M (31) dalam kondisi meninggal dunia di sebuah gubuk yang berada di tengah kebun cabai di Kampung Sabrang Pabuaran Joglo, Desa Wanakerta, Kecamatan Sindang Jaya, Selasa (4/8) sekitar pukul 13.00 WIB.
Kanit Reskrim Polsek Pasar Kemis, Ipda Ahmad Dasuki, mengatakan berdasarkan keterangan saksi, korban pertama kali ditemukan oleh seorang warga yang sedang menggembala kambing di wilayah Kampung Sabrang Pabuaran Joglo, Desa Wanakerta.
Saat itu, cuaca yang sangat terik akibat musim kemarau membuat saksi berinisiatif berteduh di sebuah gubuk di tengah kebun cabai. Namun, ketika mendekati gubuk, ia justru mendapati korban dalam kondisi meninggal dunia.
“Terkejut melihat kejadian itu, saksi lantas melaporkan temuan tersebut kepada pemilik kebun dan Polsek Pasar Kemis,” kata Ipda Ahmad Dasuki kepada Satelit News, Selasa (4/8).
Mendapat laporan tersebut, personel Polsek Pasar Kemis bersama Tim Identifikasi Polresta Tangerang langsung menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan awal.
Berdasarkan hasil olah TKP dan pemeriksaan medis awal di lokasi, petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban. Dari hasil pemeriksaan awal tersebut, polisi menduga korban meninggal dunia akibat gantung diri.
Baca Juga: Bupati Tangerang Dorong Bahasa Sunda, Jawa, dan Betawi Jadi Warisan Generasi Muda
“Berdasarkan hasil pemeriksaan awal tim di lapangan, tidak ditemukan adanya indikasi kekerasan fisik pada tubuh korban. Korban murni diduga meninggal dunia akibat gantung diri,” tegasnya.
Dasuki menambahkan, pihak keluarga menolak dilakukan autopsi maupun pemeriksaan lanjutan serta menerima peristiwa yang dialami korban sebagai musibah. Penolakan tersebut telah dituangkan dalam surat pernyataan resmi.
Jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga di rumah duka, Kampung Pondok, Desa Sindang Panon, untuk dimakamkan.
“Pihak keluarga menolak untuk dilakukan autopsi atau visum lanjutan dan menerima kejadian ini sebagai musibah,” ujarnya.
Berdasarkan keterangan keluarga, sebelum ditemukan meninggal dunia, korban sempat berpamitan untuk pergi bekerja. Namun, hingga beberapa waktu kemudian korban tidak kunjung pulang sehingga keluarga berupaya melakukan pencarian.
“Pihak keluarga juga mengungkapkan bahwa korban sebelumnya memang beberapa kali pernah meninggalkan rumah tanpa memberi kabar,” katanya. (alfian/aditya)
Baca Juga: Polsek Pagedangan Ungkap Kasus Kepemilikan Senjata Tajam Untuk Tawuran




















