SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Pemprov Banten menggelontorkan anggaran sebesar Rp 52,9 Miliar, dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran (TA) 2026 ke Kabupaten Pandeglang.
Anggaran sebesar itu, bukan hanya difokuskan atau diperuntukan membangun jalan melalui program Bang Andra (Bangun Jalan Desa Sejahtera) saja, akan tetapi untuk melakukan revitalisasi kawasan Situ Cikedal di Kabupaten Pandeglang, dan revitalisasi kawasan wisata religi Syekh Asnawi Caringin di Desa Caringin, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang.
Data yang berhasil dihimpun, anggaran Rp 52,9 Miliar tersebut terdiri dari, program Bang Andra sebesar Rp 37 Miliar, penataan kawasan wisata Situ Cikedal Rp 9,7 Miliar, dan revitalisasi kawasan wisata religi Syekh Asnawi Caringin sebesar Rp 6,2 Miliar.
Digelontorkannya anggaran tersebut, untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat, memperlancar mobilitas dan distribusi barang guna mewujudkan pemerataan kesejahteraan masyarakat, serta meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Pandeglang, Andrian Wisduwan, membenarkan pembangunan jalan untuk tahun 2026 dari Pemprov Banten ada sebanyak 8 ruas jalan.
“Jumlah ruas jalan tahun ini di Pandeglang yang melalui DPUPR ada sebanyak 8 ruas jalan. Namun untuk anggaran jumlah persisnya pihak DPUPR Provinsi yang tahu,” kata Andrian, kepada wartawan, Selasa (11/8/2026).
Baca Juga: DPRD Banten Pertanyakan Kekosongan Kepsek Hingga Plt Dirut RSUD
Dia juga membenarkan, selain program Bang Andra, ada juga destinasi wisata yang menjadi perhatian Gubernur dan Wagub Banten.
“Ya, ada destinasi wisata, itu juga secara rinci yang hafal pihak Pemprov Banten,” pungkasnya.
Terpisah, Camat Cikedal, Rosad mengungkapkan, keberadaan Situ Cikedal memiliki peran penting bagi masyarakat sekitar. Saat ini lanjut dia, situ tersebut tengah dilakukam revitalisasi oleh Pemprov Banten.
Maka lanjut Rosad, setelah dilakukan revitalisasi, terdapat dua manfaat utama yang diharapkan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Pertama dari sisi pengairan, tentunya bisa membantu untuk lahan pertanian sawah masyarakat. Kemudian dari sisi sektor wisata, masyarakat bisa menikmati suasana kawasan Situ Cikedal,” tandasnya.
Menurutnya, revitalisasi tersebut tidak hanya memperbaiki kondisi kawasan situ, tetapi juga diharapkan dapat meningkatkan fungsi Situ Cikedal bagi masyarakat. Dari sisi pertanian, keberadaan situ diharapkan dapat mendukung ketersediaan air untuk lahan persawahan para petani.
Baca Juga: Pemprov Banten Janji Segera Isi Kekosongan Jabatan Kepsek
“Sementara dari sektor wisata, kawasan Situ Cikedal berpotensi menjadi salah satu tempat yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menikmati suasana alam,” tuturnya lagi.
Menurutnya lagi, selaku penerima manfaat dari program pembangunan tersebut, pihaknya sangat mendukung atas direvitalisasinya Situ Cikedal itu. Karena, pihaknya meyakini akan banyak manfaat yang akan dirasakan oleh masyarakat Cikedal dan umumnya masyarakat Pandeglang.
“Sesuai hasil sosialisasi sebelum dilakukannya pembangunan, bahwa revitalisasi Situ Cikedal ini bertujuan untuk meningkatkan manfaat bagi masyarakat,” tukasnya.
Untuk diketahui, saat ini kegiatan pembangunan Situ Cikedal tengah berjalan. Pembangunan revitalisasi Situ Cikedal tersebut dilaksanakan oleh CV Almaira Karya Utama dengan nilai kontrak sebesar Rp 9,4 Miliar lebih.
Anggaran pembangunan bersumber dari APBD Provinsi Banten Tahun Anggaran 2026. Adapun waktu pelaksanaan pekerjaan, ditetapkan selama 180 hari kalender.
Begitu juga, proses revitalisasi kawasan wisata religi Syekh Asnawi Caringin, sedang berlangsung pasca Gubernur Banten melakukan peletakan batu pertama pada Senin (10/8/2026) lalu. (mardiana)



















