SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Bagi pasangan suami istri, melihat garis dua pada alat tes kehamilan (test pack) dan merasakan gejala seperti mual kerap dianggap sebagai kepastian akan hadirnya buah hati. Namun, tahukah Anda bahwa tanda-tanda tersebut bisa jadi sangat mengecoh?
Dalam beberapa kasus, hasil positif dan perut yang membesar bukanlah pertanda berkembangnya janin, melainkan gejala dari kelainan yang disebut hamil anggur (mola hidatidosa). Karena gejalanya yang sangat mirip dengan kehamilan normal, banyak perempuan terlambat menyadari kondisi ini.
Dokter Spesialis Kandungan RS Sari Asih Karawaci, dr. Agus Hermawan, Sp.OG, menjelaskan bahwa hamil anggur terjadi akibat pertumbuhan abnormal jaringan plasenta. Jaringan yang seharusnya mendukung pertumbuhan janin justru berubah menjadi gelembung-gelembung berisi cairan yang menyerupai buah anggur.
“Meskipun tes kehamilan bisa menunjukkan hasil positif, tetap tidak ada janin yang berkembang dengan normal di dalam rahim,” ungkap dr. Agus, Jumat (14/08/2026).
Mengapa USG Trimester Pertama Sangat Krusial?
Karena hamil anggur “meniru” kehamilan normal dengan sangat baik pada tahap awal, mengandalkan perasaan atau gejala fisik saja tidaklah cukup. Di sinilah letak peran vital dari pemeriksaan Ultrasonografi (USG) sejak dini, khususnya pada trimester pertama.
Baca Juga: 26 Tahun Banten, RS Sari Asih Group Jadi Bagian Perjalanan Melayani Kesehatan Warga
Menurut dokter spesialis dari RS Sari Asih ini, pemeriksaan USG sejak dini adalah satu-satunya cara pasti untuk “melihat” ke dalam rahim dan memastikan kehamilan berjalan normal. Ada beberapa temuan krusial yang hanya bisa dideteksi lewat USG:
- Absennya Detak Jantung: Melalui USG, dokter dapat mendeteksi bahwa tidak ada detak jantung janin yang berkembang.
- Melihat Pola Gelembung: Dokter dapat melihat gambaran abnormal di dalam rahim yang dipenuhi kista atau gelembung cairan, bukan bentuk janin.
- Mengukur Ukuran Rahim: Memastikan apakah pembesaran rahim sesuai dengan usia kehamilan atau justru tumbuh terlalu cepat.
Sebagai penunjang USG, dokter biasanya juga akan melakukan tes darah untuk mendeteksi kadar hormon kehamilan (hCG) yang melonjak terlampau tinggi melebihi batas normal.
Mencegah Komplikasi yang Mengancam Nyawa
Menunda pemeriksaan USG saat hamil sama dengan membiarkan risiko hamil anggur berkembang menjadi komplikasi fatal. Jika dibiarkan, sisa jaringan abnormal ini bisa memicu terjadinya koriokarsinoma, yakni sejenis kanker ganas yang berasal dari jaringan plasenta.
Jika hamil anggur terdeteksi sedari awal, dokter dapat segera melakukan tindakan penyelamatan, yakni prosedur kuretase (D&C) untuk mengangkat seluruh jaringan abnormal. Pada kasus yang terlambat ditangani dan berisiko tinggi, pengangkatan rahim (histerektomi) terpaksa menjadi pilihan.
“Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan jika mengalami gejala mencurigakan, seperti mual muntah yang sangat ekstrem atau perdarahan vagina. Dengan deteksi dini (USG) dan penanganan yang cepat, hamil anggur dapat ditangani dengan baik tanpa menimbulkan komplikasi serius di masa depan,” pungkas dr. Agus Hermawan. (dm)
Baca Juga: Beauty, Wellness, and Pain Clinic RS Sari Asih Karawaci, Solusi Hidup Berkualitas

















