SATELITNEWS.COM, TULUNGAGUNG — ALVApipe mendukung pembangunan jaringan pipanisasi sepanjang 10,9 kilometer untuk memperluas akses air bersih bagi warga Desa Wonorejo, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.
Program yang diinisiasi komunitas Muslim Volunteers in East Java (MOVE) tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi 145 rumah warga, empat masjid/musala, dan tiga sekolah.
Dukungan ALVApipe diwujudkan melalui penyediaan pipa berbahan High Density Polyethylene (HDPE) dengan harga khusus untuk kegiatan sosial.
Sementara, MOVE menggalang dana dari masyarakat dan para donatur guna membiayai pelaksanaan program pipanisasi tersebut.
Chief Marketing Officer (CMO) ALVApipe, Christabelle Priscilla, mengatakan dukungan itu merupakan bentuk kontribusi perusahaan dalam membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya akses terhadap air bersih.
“Kami melihat kegiatan ini sebagai sebuah inisiatif yang memiliki manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya dalam membantu memperluas akses air bersih.
Baca Juga: Alvapipe Dorong Penguatan Infrastruktur Air Pascabencana
Karena itu, ALVApipe berupaya mendukung kebutuhan perpipaannya agar kegiatan ini dapat berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Wonorejo,” ujar Christabelle.
Koordinator MOVE, Denny Kristanto, menjelaskan program pipanisasi berawal dari keterbatasan akses air bersih yang dialami masyarakat Desa Wonorejo. Meski terdapat sumber air, lokasinya cukup jauh dari permukiman sehingga warga kesulitan menyalurkannya secara mandiri ke rumah masing-masing.
“Di Desa Wonorejo sangat kekurangan air bersih. Meskipun ada sumber air, lokasinya jauh dari kampung dan warga juga tidak bisa mengambil atau menyalurkannya secara mandiri dari sumber air ke rumah. Sehingga mereka memohon bantuan ke MOVE untuk dibantu,” kata Denny.
Sebelum program tersebut direncanakan, akses air bersih di wilayah itu baru menjangkau sekitar 20–30 rumah. Kondisi tersebut membuat sebagian warga masih kesulitan memenuhi kebutuhan air untuk aktivitas sehari-hari.
“Di lokasi ini akses air bersih sangat terbatas, hanya beberapa rumah yang bisa mengakses air bersih. Tidak sampai ratusan, hanya sekitar 20–30,” ujarnya.
Denny menambahkan, di salah satu wilayah, masyarakat masih menggunakan air sungai untuk kebutuhan sehari-hari, seperti mencuci dan mandi. Hal itu terjadi karena terbatasnya akses terhadap sumber air bersih.
Baca Juga: Krisis Air Bersih Pascabencana, ALVApipe Dorong Penguatan Infrastruktur Pipa Nasional
Salurkan Air dari Mata Air
Melalui program pipanisasi ini, air dari mata air akan dialirkan menuju sejumlah tandon yang direncanakan dibangun di beberapa titik. Selanjutnya, air didistribusikan melalui jaringan pipa menuju rumah warga dan fasilitas umum yang menjadi sasaran program.
Jaringan tersebut mencakup wilayah Dusun Wates, Suruh, dan Mboro. Dengan panjang mencapai 10,9 kilometer, pipanisasi ini ditujukan untuk mendukung akses air bersih bagi 145 rumah warga, empat masjid/musala, serta tiga sekolah.
Tiga sekolah penerima manfaat yakni SDN 2 Wonorejo, TK Dharma Wanita 2 Wonorejo, dan PAUD Sinar Pagi Wonorejo. Adapun empat tempat ibadah yang masuk dalam jaringan tersebut adalah Musholla Al Falah Wonorejo, Musholla Darussalam Wonorejo, Musholla Al Muhajirin Wonorejo, dan Masjid Baitul Mukmin Wonorejo.
Christabelle berharap dukungan penyediaan pipa dapat membantu MOVE merealisasikan pembangunan jaringan sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan.
“Bagi ALVApipe, dukungan seperti ini bukan hanya mengenai penyediaan produk, tetapi juga bagaimana produk tersebut dapat digunakan untuk menjawab kebutuhan nyata di masyarakat.
Harapannya, jaringan yang dibangun dapat memberikan manfaat bagi warga dan fasilitas umum yang menjadi bagian dari program ini,” katanya.
Pilih Pipa HDPE
Dalam pembangunan jaringan tersebut, MOVE memilih pipa HDPE sebagai material utama. Menurut Denny, pemilihan material itu mempertimbangkan ketahanan, kemudahan pemasangan, dan perawatan.
“Karena lebih awet, lebih mudah pemasangan, dan juga lebih mudah perawatan,” kata Denny.
Kerja sama MOVE dengan ALVApipe bermula ketika pihak perusahaan menghubungi komunitas relawan tersebut untuk menawarkan dukungan terhadap kegiatan pipanisasi.
“Pihak ALVApipe menghubungi kita untuk support kegiatan ini. Bahkan kita belum tahu ALVApipe sebelumnya. Karena pihak ALVApipe ada yang menghubungi kita dan kita lihat ada potensi untuk kolaborasi dalam kegiatan ini jadi hal yang sangat membantu dan bermanfaat untuk masyarakat,” ujarnya.
Dalam pengadaan material, ALVApipe memberikan potongan harga khusus untuk kebutuhan program sosial tersebut. Dukungan itu dinilai membantu MOVE memenuhi kebutuhan pipa di tengah proses penggalangan dana untuk membiayai pembangunan jaringan.
“Bentuk support kegiatan ini adalah pemberian potongan harga yang menurut kami sangat membantu. Selain itu, kami juga melihat kualitas pipa ALVApipe sangat baik dan sesuai dengan kebutuhan kegiatan ini,” ungkap Denny.
Kegiatan pipanisasi tersebut dijadwalkan berlangsung pada 18 Oktober 2026. Setelah jaringan selesai dibangun dan digunakan, MOVE berharap warga penerima manfaat ikut menjaga serta merawat instalasi agar dapat berfungsi dalam jangka panjang.
“Harapannya adalah pipa yang sudah kita pasang bisa dirawat dan dijaga oleh warga yang mendapatkan program bantuan ini, agar pipa ini terus bermanfaat, baik bagi masyarakat sendiri dan juga bagi para donatur yang ikut menyumbangkan hartanya, dan juga para relawan yang ikut membantu memasang instalasi pipanya,” tutur Denny.
Christabelle menegaskan, dukungan terhadap program pipanisasi merupakan salah satu bentuk keterlibatan ALVApipe dalam pemanfaatan produk perpipaan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Kami berharap dukungan ini dapat menjadi bagian dari upaya bersama untuk memperluas akses air bersih. Ketika jaringan sudah terbangun dan dapat digunakan dengan baik, manfaatnya tentu bukan hanya dirasakan saat program berlangsung, tetapi juga dapat terus dirasakan oleh masyarakat yang menggunakannya,” kata Christabelle.
Melalui kolaborasi tersebut, ALVApipe dan MOVE berupaya memperluas akses air bersih di Desa Wonorejo. Keberlanjutan manfaat program diharapkan dapat terjaga melalui pemeliharaan jaringan pipa oleh masyarakat penerima manfaat. (made)

















