SATELITNEWS.ID, TANGERANG—Lonjakan harga emas rupanya tidak terlalu berpengaruh di Kota Tangerang terhadap tren penjualan. Buktinya, antusias warga untuk menjual logam mulia itu masih masuk kategori ‘biasa-biasa saja’. Padahal di sejumlah daerah, warga berbondong-bondong menjualnya.
Hal itu setidaknya hasil pantuan dari Pasar Anyar, Kecamatan Tangerang. Menurut salah seorang pemilik toko emas di Pasar Anyar, Heri (49), harga emas memang sedang naik. Tapi rupanya hal itu tidak membuat dampak signifikan di Kota Tangerang. “Iya harga emas sedang naik, seiring mengikuti kondisi dunia. Harga jual emas kuning kadar 50 persen atau 12 karat Rp 420 ribu, emas dengan kadar 24 karat mencapai kisaran Rp 900- ribuan. Sementara perhiasan emas putih dalam kadar 18 karat seharga Rp 700 ribu,” ujarnya kepada Satelit News, kemarin.
Pemilik toko emas lainnya, Andi (60) mengatakan animo masyarakat menjual emas masih rendah. Hal ini menurutnya disebabkan karena masyarakat telah menjual emasnya sebelum harga melojak tinggi. Tepatnya saat kondisi keuangan yang parah efek pandemi Covid-19. “Memang harga jual emas sedang naik, tapi masih biasa aja sih, masyarakat nggak begitu antusias, standarlah,” katanya.
Salah seorang warga yang berhasil ditemui, Merry (23) malah memilih membeli di tengah peningkatan harga. Dia mengaku kondisi seperti ini menguntungkan baginya. Merry memang sengaja membeli emas untuk kemudian di jual kembali ketika harganya naik, seperti yang terjadi saat ini. “Iya saya tau emas sedang naik, saya beli untuk investasi,” ujarnya.
Sementara seorang penjual emas bernanam Ani mengaku sengaja menjual emas untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Lantaran, pandemi Covid-19 membuat kondisi ekonomi keluarga terganggu. “Saya jual emas buat nambah-nambah nutupin kebutuhan sehari-hari aja,” imbuhnya. (mg1/mg2/made)
























