SATELITNEWS.ID, SERANG–Kandati Pemkot Serang telah menyiapkan tempat isolasi atau rumah singgah bagi pasien terkonfirmasi positif Covid-19, namun tidak untuk tenaga kesehatan yang bertugas di sana. Padahal, potensi mereka terpapar Covid-19 cukup tinggi.
“Jadi selama belum tertular mereka (Nakes) masih pulang pergi ke rumahnya masing-masing. Di sana (Rusunawa) juga ada kantor, jadi lantai satu ada tempat khusus untuk tenaga kesehatannya,” ujar Kepala Dinkes Kota Serang, Ikbal, saat dikonfirmasi awak media pada Rabu (11/11).
Ia mengakui tenaga kesehatan berpotensi dua kali lipat terpapar Covid-19 karena menangani langsung pasien positif. Namun menurutnya, hal tersebut merupakan resiko pekerjaan. Sedangkan untuk mengantisipasinya, para tenaga kesehatan telah dilengkapi dengan alat pelindung diri (APD), sehingga tidak mudah tertular.
“Saat ini orang yang berpotensi untuk terpapar itu tenaga kesehatan, karena mereka dekat, bertemu bahkan merawat pasien positif (Covid-19). Itu sudah jadi risiko profesi. Tapi nanti mereka pakai APD, sehingga saat melayani pasien tidak menjadi sumber penularan,” tuturnya.
Jika mereka ada yang terpapar, menuturkan bahwa mereka harus langsung melakukan isolasi mandiri hingga 14 hari. “Kalau misal ada yang tertular langsung isolasi. Sebelumnya kan banyak tenaga puskesmas yang positif juga dan mereka lakukan isolasi mandiri,” ucapnya.
Selain isolasi mandiri, tim Satgas Covid-19 juga secara rutin akan melakukan penyemprotan disinfektan dan pemberian vitamin serta obat-obatan. “Jadi memang yang positif tidak diizinkan kerja dulu sampai hasilnya negatif. Karena tenaga kesehatan ini kan garda depan kami,” tuturnya.
Baca Juga: Ini Syarat Agar Kelak Bisa Mudik Lebaran dari Satgas Penanganan Covid-19
Rencananya, untuk petugas rumah singgah akan dibagi menjadi beberapa shifting. Seperti pada pagi hari disiapkan dua orang perawat dan satu orang dokter. “Jadi nanti ada sore, kemudian malam juga, jadi 24 jam itu dikondisikan. Untuk jumlahnya, kami sediakan dokter jaga 4 orang dan perawat 8 orang, jadi sekitar 12 Nakes, dan ada satu hari libur,” katanya.
Sementara, Walikota Serang, Syafrudin, menuturkan bahwa saat ini yang terpenting Pemkot Serang telah menyiapkan rumah singgah bagi pasien Covid-19. Mengenai rumah singgah bagi tenaga kesehatan, pihaknya akan berkoordinasi kembali dengan Dinkes.
“Teknisnya Dinkes, tapi nanti akan disiapkan juga, jadi tidak bulak balik. Yang penting kami sudah menyiapkan tempat isolasi, adapun tenaga medis, itu kan banyak ruangan nanti diatur lagi dengan kepala dinasnya seperti apa untuk tenaga kesehatan,” imbuhnya. (dzh/bnn)



















