SATELITNEWS.ID, RANGKASBITUNG—Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lebak mencatat kerugian sebagai dampak banjir dan longsor ditaksir mencapai Rp 2,5 miliar. Nilai kerugian khususnya bersumber dari kerusakan infrastruktur terutama jalan dan jembatan dan masih bersifat sementara.
Banjir dan tanah longsor tidak hanya membuat infrastruktur jalan dan jembatan rusak, melainkan ribuan rumah di 21 kecamatan terendam dan rusak dan hampir 1.000 jiwa mengungsi. Dinas PUPR Lebak menginventarisir 22 titik ruas jalan di tujuh kecamatan dan empat jembatan di empat kecamatan rusak akibat banjir dan longsor yang terjadi pada Minggu, (6/12).
“Itu nilai kerugian secara ekonomi yang timbul akibat adanya aset yang rusak sementara. Penghitungan ini juga sifatnya masih sementara ya,” kata Kabid Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Lebak, Irvan Suyatupika, belum lama ini.
Sementara untuk mengkalkulasi biaya yang dibutuhkan guna penanganan pembangunanan dan perbaikan secara permanen, masih dalam proses hitung PUPR. Perbaikan sementara dilakukan dengan cara penanganan darurat.
“Masih kami hitung, dan belum tahu apakah seluruh penanganan oleh APBD kabupaten atau dibantu provinsi dan pusat. Tapi untuk sementara, yang bisa kami tangani darurat akan kami tangani,” jelas Irvan.
Kepala Dinas PUPR Lebak, Maman Suparman menambahkan, kepada masyarakat untuk tetap bersabar. Sebab, nantinya jalan yang rusak atau jembatan itu akan diperbaiki. “Kita usahakan akan perbaiki, tapi secara bertahap,” kata singkatnya.(mulyana/made)
Baca Juga: Banjir dan Longsor Landa Wilayah Padarincang Kabupaten Serang
























