SATELITNEWS.ID, RANGKASBITUNG—Bermula dari ‘paksaan’ orangtua, siapa sangka karirnya kini justru melejit di dunia politik. Dua periode sudah dia bersama ‘pasangan politiknya’ Bupati Iti Octavia Jayabaya memegang amanat sebagai pemimpin di Bumi Multatuli.
Ya, Wakil Bupati Lebak, Ade Sumardi justru awalnya sama sekali tak tertarik dengan politik. Ade sejatinya malah merasa jatuh cinta dengan bisnis. Sayang, pilihannya tersebut hampir membuatnya diusir orangtua. Tapi seperti kata pepatah, tak akan ada orangtua yang ingin menjerumuskan anaknya. Ternyata lewat dunia politik itulah jalan kesuksesannya terbuka.
“Awalnya saya tidak tertarik dengan politik, usai lulus kuliah saya mencoba keberuntungan di dunia bisnis karet. Saya udah optimis bisa mengembangkan usaha yang saya rintis itu. Namun, berjalannya waktu saya dipaksa orangtua masuk ke dunia politik dan menyarankan agar saya mencalonkan diri menjadi anggota dewan. Namun saya waktu itu nolak keras, karena saya tidak suka dunia politik apalagi jadi dewan,”katanya kepada Satelit News, Jumat (29/01) ketika ditemui di ruang kerjanya.
Ade menambahkan, orangtuanya terus memaksa dan mengancamnya untuk pergi dari kampung itu. “Bilang begini, kalau kamu tidak mau, berarti kamu tidak sayang dengan rakyat. Pergi dari kampung ini, saya tak kuasa mendengar ucapan itu hingga akhirnya saya menyanggupi perintah orangtua dan berlabuh di PDI Perjuangan karena di partai itu ada Bung Karno idola saya selaku tokoh nasionalisme,” kata Ade.
Rupanya, melalui ‘paksaan’ orangtuanya, Tuhan meridai langkahnya. Berjalan enam bulan menjadi anggota DPRD, ia akhirnya merasakan manfaatnya jadi wakil rakyat. Salah satunya mendorong pembangunan jalan Cipanas Citorek yang saat itu tidak ada jalan raya. “Daerah Lebak utara terisolir, alhamdulilah pasca jalan itu dibangun pertumbuhan ekonomi mulai menggeliat. Mungkin itu maksud orangtua saya yang berkata kalau kamu tidak mau berarti kamu tidak sayang sama rakyat,” imbuhnya mengenang.
Ade sendiri mulai berkecimpung di dunia politik itu pada tahun 1999-2004 saat itu menjadi anggota DPRD Lebak Fraksi PDI Perjuangan. Kemudian berlanjut periode berikutnya yakni 2004-2009 di partai yang sama menjadi anggota DPRD sekaligus menjadi ketua fraksi. Di 2009 – 2013 anggota DPRD sekaligus menjadi ketua dewan.
Namun, tidak berselang lama, karena tuntutan partai, Ade mencoba keberuntungan maju mencalonkan diri jadi Wakil Bupati berpasangan dengan Iti Octavia Jayabaya dan berhasil mengungguli Amir Hamzah dan Kasmin di tahun 2014-2019. Hingga akhinya dipriode kedua pun Ade kembali dipasangkan dengan Iti untuk menjadi wakil bupati Lebak 2019-2024. Tak hanya itu, beban amanahnya ditambah lagi menjadi ketua DPD PDI-Perjuangan Provinsi Banten.
Bergelut dalam kancah politik, kata Ade jangan berharap bisa hidup mewah. Karena itu, Ade pun memilih hidup sederhana. Lewat kesederhanaanya, tidak mengurangi semangatnya berkarya dalam membangun serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat Lebak.
“Kalau mau hidup mewah itu jadi pengusaha, jangan jadi pejabat. Kenapa demikian? Saya berangkatnya bukan dari pengusaha, melainkan hanya mendapatkan penghasilan dari jabatan. Ya tahu sendiri berapa gaji wabup atau anggota dewan, sangat kecil, ya tambahannya dari tunjangan saja. Saya masih inget pesan orangtua saya yakni kalau kamu ingin jadi pejabat jangan harap menjadi orang kaya dari jabatan itu tapi, kalau mau kaya kamu harus jadi pengusaha dan terbukti. Yang lainnya mungkin bisa hidup mewah bisa dari keturunannya atau sebelumnya sudah jadi pengusaha. Jadi ketika jadi pejabat mereka sudah memiliki kekayaan, jadi wajar hidup mewah,” kata Ade.
Sementara terkait program kerja, katanya Pemkab Lebak konsisten pada programnya yakni wisata yang sudah mulai terlihat pergerakannya. “Program kita yang masih konsisten itu wisata, namun karena adanya pandemi ini mungkin sedikit terhalang. Namun, bukan berarti dengan adanya pandemi ini tidak berjalan, kita tetap konsisten bagaimana caranya visi misi kita ini yakni Menjadi Lebak Sebagai Destinasi Wisata Unggulan Berbasis Potensi Lokal tetap berjalan. Karena program ini untuk menopang pertumbuhan ekonomi rakyat,” kata Ade.
Lebak yang memiliki kekayaan alam menjadi langkah Pemkab untuk bisa memaksimalkan pembangunan dalam menumbuhkan perekonomian masyarakat. Saat ini Pemkab Lebak tengah menggalakkan program Geopark Done Bayah. “Program ini akan bisa besar. Kita memiliki konsep wisata yakni wisata edukasi, wisata religi, wisata hiburan tapi bukan wisata tanda kutip,” tandasnya.
Sukses Jadi Peternak Kambing
Gagal menjadi pebisnis karet, Ade Sumardi justru beralih menjadi peternak. Di tengah kesibukannya jadi Wabup Lebak, dia memanfaatkan waktu luangnya untuk mengembangkan Kambing Etawa di lingkungan tempat tinggalnya, di Kampung Guradog, Desa Guradog, Kecamatan Curugbitung. Katanya, usahanya ini sangat menguntungkan karena banyak manfaatnya.
Kambing Etawa, selain susunya yang sangat mahal, jika dibandingkan dengan susu sapi pun memiliki khasiat lebih tinggi bagi kesehatan. Selain itu, Kambing Etawa memiliki bentuk yang unik sehingga seringkali dikonteskan dalan even-even tertentu. Dan yang tak kalah penting, adalah dagingnya pun bagus karena memiliki tubuh yang besar.
“Awalnya saya menderita penyakit ketika menjadi Ketua DPRD Lebak, hingga saya harus dioperasi membuang empedu. Dokter menyarankan untuk menjaga kesehatan dan jangan lupa olahraga serta minum susu. Saya kan kalau minum susu pasti kembung dan saya pun disarankan untuk minum susu Kambing Etawa. Di situlah awalnya saya jadi peternak Kambing Etawa,” ujarnya.
Di luar latarbelakang karena sakit, Ade menjelaskan sejak Sekolah Dasar hingga SMA ia dulunya hobi mengurus kambing. Bermula dari pemberian orangtuanya yang berjumlah dua ekor hingga berkembang dan mencapai 40 ekor. Meski sudah mampu mengembangbiakkan menjadi 40 Ade sama sekali menjual hewan ternaknya maupun mengonsumsi dagingnya.
Sebaliknya tidak jarang hewan yang sudah dipeliharanya dengan susah payah tersebut diberikan secara cuma-cuma kepada masyarakat jika ada keperluan untuk acara, baik kerohanian maupun lainnya.
“Dari tiga kambing hingga akhirnya sudah banyak. Karena dinilai keluarga juga sudah dirasa cukup, maka susu Kambing Etawa kita jual begitupun anakannya. Tidak hanya itu, manfaatnya masih banyak Kambing Etawa yang memiliki bodi besar bisa di ombakan, serta bisa menjadi edukasi bagi pelajar,” pungkasnya. (mulyana/made)