SATELITNEWS.ID, TANGERANG—Hidup di balik jeruji besi bukan berarti hilang masa depan. Sebaliknya, warga binaan justru mendapatkan bekal keterampilan yang bisa dimanfaatkan kelak ketika kembali ke masyarakat.
Seperti pelatihan yang diikuti oleh Warga Binaan Permasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Tangerang. Mereka dilatih tata rias (make up). Terdapat 20 WBP di Lapas Perempuan Kelas IIA Tangerang yang dipilih menjadi peserta pelatihan.
Pihak lapas pun nampak serius dengan menggandeng LCQ Make up Course yang di pimpin oleh Nurul Haiziah. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari program kerja 2020 yang sempat tertunda untuk meluluskn calon make up artist (MUA) dari kalangan narapidana.
Kalapas Perempuan Kelas IIA Tangerang, Esti Wahyuningsih mengatakan, mereka mendapat ilmu tata rias dengan berbagai level kesulitan. Mulai dari teori pengenalan tata rias, make-up dasar, make up acara, make-up acara formal, make up fantasy sampai make up pengantin dan bridal. “Semua peserta mendapat sertifikat, jadi bisa digunakan untuk berwirausaha sebagai MUA jika mereka sudah bebas atau kembali ke masyarakat,” katanya, Selasa, (02/01).
Kegiatan serupa kata Esti dilakukan setiap tahunnya dan telah meluluskan banyak WBP dengan rentan usia 20 hingga 40 tahun. Sebagai motivasi, pihak lapas juga menghadirkan WBP yang telah sukses menjalani karir sebagai MUA. “Saya berharap mereka bisa sukses seperti mantan warga binaan kami sebelumnya. Kalaupun ada angkatan lama yang ikut pelatihan hari ini, sifatnya mereka hanya mengasah keterampilan saja,” Esti melanjutkan.
Sementara, salah satu mantan WBP yang kini berkarir sebagai MUA, Nanda mengatakan, pelatihan ini sangat membatunya manakala keluar dari penjara. Dirinya mengaku mendapat penghasilan lebih baik. Banyak pelanggan dari luar daerah yang menggunakan jasanya.
Baca Juga: 1.882 Orang Napi di Nusakambangan-kan
“Saya ingin sekali teman-teman yang sekarang ada di pelatihan ini lebih baik dari saya. Kita sudah seperti keluarga, jadi saling mengingatkan kalau segala keterampilan yang kita dapatkan selama di lapas akan membantu kita bertahan hidup,” ujar Nanda.
Kepala Seksi Kegiatan Kerja untuk Lapas Perempuan Kelas IIA Tangerang, Indri Yudhit meski dilakukan di tengah pandemi Covid-19 namun tak mematahkan semangat para WBP. Pihaknya tetap melaksanakan dengan standar protokol kesehatan. Bahkan tiap narapidana melalui tes PCR serta tes usap antigen secara berkala. “Peserta ini seharusnya menjadi angkatan April 2020, tapi karena pandemi, harus tertunda beberapa kali,” ujarnya. (irfan/made)
























