SATELITNEWS.ID, SERANG–Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Serang mencatat, sebanyak 2.300 hektar lahan sawah setiap tahun menjadi langganan banjir. Hal itu terjadi, salah satunya disebabkan akibat banyaknya pembangunan yang tidak memperhatikan saluran air. Sehingga berdampak banjir.
Kepala Distan Kabupaten Serang, Zaldi Dhuhana mengatakan, kedepan pihaknya akan melakukan pemetaan sawah – sawah yang setiap tahun mengalami banjir. Menurutnya, persoalan tersebut perlu dicarikan solusi apakah drainase, modivikasi benih padi yang tahan genangan, atau jangan menanam pada saat musim musim tertentu.
“Ada sekitar 2.300 hektar sawah langganan banjir. Tapi itu juga tidak berarti banjir kemudian terendam terus menerus, dia punya potensi. Artinya, pernah banjir sehari tapi surut lagi,” kata Zaldi, Rabu (24/2).
Katanya, ada beberapa persoalan yang menyebabkan lahan sawah tersebut banjir, diantaranya saat hujan saluran air buang ke laut masuk lagi. Kemudian, ada juga banjir akibat dampak pembangunan jalan tol Serang – Panimbang, dan pembangunan pemukiman yang tidak memperhatikan saluran air.
“Paling banyak langganan banjir Padarincang perbatasan dengan Rawa Dano, Pontang, kemudian Undar Andir Kragilan,” tandasnya.
Namun demikian menurutnya, lahan sawah banyak yang terendam banjir, selama ini tidak pernah ada yang sampai terjadi puso. Karena saluran Pamarayan sudah di normalisasi. Sehingga, buangan air lebih cepat.
Baca Juga: Distan Kabupaten Serang Klaim Produksi Padi Surplus
“Sampai hari ini, belum ada laporan yang puso masuk ke saya. Artinya kita simpulkan, untuk sementara ini mungkin padinya bisa langsung recoveri lagi. Walaupun sering mendung, sering hujan, tidak sampai banjir cukup parah, dibandingkan pemukiman,” ujarnya.
Terkait dengan target produksi padi, Zaldi mengungkapkan pada tahun 2021 ini, pihaknya menargetkan produksi padi sekitar 530.000 gabah kering giling (GKG). Target tersebut, mulai musim tanam Oktober sampai dengan Musim Tanam September 2020, dan panen di Januari 2021.
“Alhamdulillah, produksi padi kita masih surplus. Kita menghitung kemarin ada kelebihan 80.000 ton, setara beras. Jadi kalaupun sekarang terjadi banjir, karena sifatnya limpahan. Sehingga tidak mengkhawatirkan,” imbuhnya. (sidik/mardiana)
























