SATELITNEWS.ID, PANDEGLANG—Becana kebakaran yang terjadi, harus menjadi perhatian semua pihak. Pasalnya, gara-gara kelalaian pemilik rumah yang meninggalkan kompor gas dalam keadaan menyala, membuat satu rumah semi permanen hangus dan rata dengan tanah setelah terbakar.
Rumah yang terbakar itu milik pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) salafi Al-Amin, KH. Amin warga Kampung Pabuaran, Kelurahan Pagadungan, Kecamantan Karangtanjung, Selasa (30/3), sekitar pukul 14.00 WIB.
Ketua RT/RW 04/01, Muhaemin mengungkapkan, kejadian becana kebakaran itu bermula saat istri pemilik Ponpes Al-Amin sedang memasak. Pada saat memasak itulah, jelas dia, kompor gas yang keadaannya sedang menyala ditinggalkan, karena harus mengurus padi yang sedang dijemur di depan rumahnya.
“Isteri pemilik Ponpes mengangkat padi yang sedang dijemur di depan rumahnya, kompor yang sedang menyala itu langsung menghabiskan bangunan yang terbuat dari kayu dan bambu,” kata Muhaemin, Selasa (30/3).
Istri pemilik rumah, Lelas membenarkan, dia lupa mematikan kompor gas, dan langsung keluar rumah untuk mengangkut padi. Selang beberapa menit saja, dia dikejutkan ada kobaran api di dapur.
“Iya lupa saya, tadi ngangkut padi dulu dan padinya banyak. Pas ke dapur, tahu-tahu api sudah membesar membakar kompor, tabung gas hingga terjadi kebakaran hebat,” jelasnya.
Baca Juga: Diduga dari Sambaran Kompor, Rumah Warga Pinang Terbakar
Lia mengungkapkan dengan detail, saat kejadian suaminya berusaha masuk ke dalam rumah yang sedang terbakar untuk menyelamatkan kitab-kitab yang biasa digunakan untuk pengajian. Namun api yang semakin besar tidak dapat menyelamatkan kitab-kitab dan isi rumahnya.
“Bapak pas kejadian menyelamatkan kitab, tapi tidak semua terselamatkan. Barang-barang, baju semua tidak terselamatkan, pokoknya abis terbakar,” katanya terlihat sedih.
Sementara itu, Kasi Kedaruratan Bencana dan Logistik pada Badan Penanggulangan Becana Daerah (BPBD) Pandeglang, Emil Salim mengatakan, api yang membakar material dari kayu dan bambu itu sangat cepat membakar isi rumah. Sehingga pemadam kebakaran tidak sempat menyelamatkan isi rumah milik Ponpes Al-Amin tersebut.
“Kami kerahkan dua unit damkar karena material dari kayu dan bambu jadi api cepat membakar semua isi rumah tersebut,” katanya.
Menurut Emil, kejadian tersebut akibat kelalaian pemilik rumah karena meninggalkan kompor yang sedang digunakan. Akibat dari kejadian itu diperkirakan kerugian mencapai Rp75 juta.
“Sebetulnya ini kelalaian pemilik rumah juga, jadi lagi masak malah ditinggal. Ya diperkirakan kerugian capai Rp75 juta,” pungkasnya.
Baca Juga: Sebuah Rumah di Patia Ludes Terbakar, Sekeluarga di Pandeglang Nyaris Terpanggang
Ia juga mengimbau agar masyarakat selalu berhati-hati jika sedang menggunakan alat-alat rumah maupun sedang meninggalkan rumah. Hal itu dikarenakan mayoritas kebakaran yang terjadi di Kabupaten Pandeglang, akibat kompor yang sedang menyala ditinggal pergi.
“Mayoritas kebakaran akibat korsleting listrik sama kompor atau tabung gas,” tandasnya. (nipal/aditya)
























