SATELITNEWS.ID, PINANG—Keberhasilan meraih piagam Adiwiyata tingkat nasional pada tahun 2018 lalu tak membuat warga SD Negeri Pinang 3, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang berpuas diri. Mereka meningkatkan kualitasnya dengan berusaha menjadi sekolah Adiwiyata Mandiri.
Sekolah Adiwiyata Mandiri merupakan sekolah yang dianggap telah berhasil menerapkan pola hidup bersih, menciptakan lingkungan sekolah yang nyaman serta membudayakan cinta lingkungan hidup kepada para warga sekolah. Untuk itu, sekolah yang ingin mendapatkan piagam Adiwiyata Mandiri diminta membina sekolah-sekolah lain untuk mendapatkan piagam Adiwiyata.
Guru bidang Adiwiyata di SDN Pinang 3 Kota Tangerang Samtani mengatakan saat ini sekolahnya sedang melakukan pembinaan terhadap tiga sekolah untuk masuk ke dalam program Adiwiyata. Ketiga sekolah yang dibina yakni SDN Bojong 3, SDN Larangan 11 dan SDN Larangan 8.
“Minimal kita harus punya sekolah binaan agar kita bisa ke tingkat mandiri. Alhamdulilah mereka sudah masuk Adiwiyata tingkat Kota Tangerang,”ungkap Samtani.
Untuk mendapatkan piagam Adiwiyata Mandiri pada tahun 2021 ini, SDN Pinang 3 harus melakukan beberapa persiapan. Diantaranya mengunjungi Sekolah Adiwiyata Mandiri untuk mencari tahu langkah apa saja yang perlu disiapkan.
Menurut Samtani, tujuan sekolah Adiwiyata adalah menciptakan warga sekolah yang bisa menjaga lingkungan. Untuk itu, para guru dan siswa dibiasakan peduli terhadap lingkungan.
“Kita membiasakan kepada siswa untuk peduli lingkungan. Kebiasaan dari sekolah akan dibawa hingga dewasa. Diharapkan mereka selalu peduli terhadap lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya, mendaur ulang dan membuat pupuk” ujarnya.
“Kita bukan ngejar prestasi, tapi pembiasaan di anaknya. Jika mereka tidak terbiasa dengan hidup menjaga lingkungan maka sekolah yang dinobatkan sebagai Adiwiyata dikatakan gagal,”imbuhnya.
Dia mencontohkan program-program cinta lingkungan yang diterapkan SDN Pinang 3. Salah satunya adalah menerapkan program hari tanpa plastik. Siswa dianjurkan membawa bekal dari rumah. Harapannya sampah plastik dapat berkurang.
“Siswa kita suruh bawa bekal dari rumah, makanan harus dibungkus dengan bahan yang mudah hancur, contohnya daun” ujarnya.
Apabila ada sampah plastik dan tak bisa didaur ulang, maka akan dikelola di bank sampah. Sementara sampah organik dikumpulkan untuk dijadikan pupuk tanaman.
“Kebiasaan Adiwiyata ya seperti itu. Kebiasaannya mengurangi sampah, membuat kompos air buat pupuk tanaman dan mengaktifkan bank sampah,”tutur Samtani.
“Sekarang pandemi gak boleh kumpul-kumpul, banyak kegiatan di Kota yang sering kita ikuti, eksis terus dengan kegiatan berbasis lingkungan apapun kita ikut aja”ujarnya.
Selain itu, SDN Pinang 3 juga membiliki kebun berisi tanaman seperti jahe, kunyit, mahkota dewa, kelengkeng, rambutan, sawo, belimbing, jeruk, matoa dari Papua dan terong. (mg1/gatot)