SATELITNEWS.ID, TANGERANG—Ribuan guru di Kota Tangerang mengikuti webinar bertema Evolusi Keuangan Digital di Masa Pandemi dalam Membangun Kemandirian Ekonomi Bagi Guru, Senin (26/4). Webinar yang diselenggarakan Bank Indonesia juga dihadiri Ketua PGRI Kota Tangerang Jamaludin, Sekretaris PGRI Kota Tangerang Bagio Dulah Komari, Anggota DPR RI Marinus Gea dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten Erwin Soeriadimadja.
Ketua PGRI Kota Tangerang Jamaludin mengatakan kerjasama yang dilakukan dengan Bank Indonesia maupun DPR RI, bertujuan untuk menyambut evolusi ekonomi demi menciptakan kemudahan transaksi keuangan ke depan.
“Kami menyambut baik adanya kerjasama PGRI dengan Bank Indonesia atau DPR tentang evolusi ekonomi ini,”ujar Jamaludin, kemarin.
Jamaludin berharap kedepan di era digital, guru bisa mencoba berwirausaha sehingga menciptakan era ekonomi mandiri. Terlebih lagi pandemi Covid-19 berdampak kepada kondisi ekonomi seluruh sektor. Tak terkecuali para guru.
“Kalau kita bicara dampak ekonomi memang sangat luar biasa. Yang jelas ini terasa sekali. Harga barang yang naik, para guru yang terpapar. Ada yang berdampak pada guru”ujarnya.
“Untuk itu kedepan era digital, guru juga berwirausaha. Dia bisa usaha dengan online karena memang eranya online,”ujar Jamaludin.
Jamaludin membeberkan, PGRI berencana menjalin kerja sama dengan BI dan BjB di masa mendatang. Rencananya, kartu PGRI dapat digunakan sebagai kartu ATM.
“Namun untuk pembayaran tol belum bisa,”ujar Jamaludin yang juga Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang tersebut.
Dia mendukung upaya mendorong para guru melakukan transaksi ekonomi secara digital. Mengingat di berbagai pasar modern maupun mal, transaksi sudah dilakukan secara online.
“Kita lihat saat ini banyak di minimarket hingga mal, pembayaran sudah tidak secara tunai”ujarnya.
Sementara itu Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten, Erwin Soeriadimadja mengatakan para guru akan diusahakan mendapatkan gaji dengan pembayaran melalui M-banking.
“Mudah-mudahan para guru bayar gajinya pake M-banking. Ada dua hal yang terkait penggunaan Qris ini. Pertama, masyarakat punya rekening di bank, kedua penggunaan dana untuk transaksi Qris”ujarnya. (mg1/gatot)