SATELITNEWS.ID, TANGERANG—Rencana pembangunan Stadion Tangerang Ayo Kota Tangerang terkatung-katung cukup lama. Permasalahan lahan menyebabkan stadion yang harusnya menjadi venue pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Banten VI 2022 mendatang tak kunjung dibangun.
Pemerintah Kota Tangerang mengambil sikap untuk mengatasi permasalahan tersebut. Rencananya, lokasi lahan stadion akan dikembalikan sesuai rencana awal yakni di wilayah Selapajang, Kecamatan Neglasari.
Sebelumnya, lokasi stadion tersebut harus pindah dari Selapajang ke Batusari, Kecamatan Batuceper. Lahan di Batusari merupakan milik PT Angkasa Pura II. Perpindahan dilakukan untuk memenuhi permintaan PT Angkasa Pura II yang menyatakan lokasi stadion di Selapajang masuk dalam rencana perluasan Bandara Soekarno-Hatta.
Perubahan itu membuat pembangunan stadion berkapasitas 30 ribu orang tertunda selama dua tahun. Itu disebabkan PT Angkasa Pura II tak kunjung menyerahkan lahan di Batusari kepada Pemkot Tangerang.
Sekretaris Daerah Kota Tangerang Herman Suwarman menegaskan pembangunan Stadion Tangerang Ayo kembali ke lokasi yang sebelumnya direncanakan. Yakni di Selapajang.
“Tangerang Ayo di Perkim. Itu kan sampai saat ini belum, lahannya belum siap (di Batusari-red). Itu rencana pembangunan selanjutnya di Selapajang. Tapi yang tahu detail Perkim,” ujarnya kepada Satelit News, Senin (24/5/2021).
Baca Juga: Kemenkeu Kucurkan Bantuan Bagi 490 Daerah, Ini Respons Pemkot Tangerang
Namun, kata Herman rencana pembangunan stadion Tangerang Ayo di Selapajang juga belum mendapatkan kesepakatan dari AP II. Sehingga, Pemkot Tangerang tidak dapat memastikan waktu dimulainya pembangunan.
“Karena kan PT AP II BUMN (Badan Usaha Milik Negara) jadi mereka harus berkoordinasi dengan pusat dulu. Sampai sekarang kami masih menunggu,” ungkapnya.
Meski begitu, lanjut Herman sebagai tuan rumah, Pemkot Tangerang tetap menekankan kalau pembangunan Stadion Tangerang Ayo harus terlaksana di tahun ini. Mengingat, Porprov Banten VI penyelenggaraannya di 2022.
“Ya harus (terlaksana pembangunan Stadion Tangerang Ayo) karena kan Porprov-nya 2022,” tegas Herman.
Diketahui, dalam penyelenggaraan Porprov Banten VI 2022 mendatang Pemkot Tangerang berencana membangun tiga pusat olahraga. Selain Stadion Tangerang Ayo yakni Tangerang Super Block di Alam Sutera, renovasi Stadion Benteng dan Sport Center di Cipondoh.
Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Kota Tangerang, Tatang Sutisna enggan berkomentar lebih dalam terkait rencana pembangunan venue-venue tersebut. Meski begitu, dia memastikan anggaran untuk pembangunan tersebut tetap sama dari yang sebelumnya.
Baca Juga: Realisasi PAD Lampaui 100 Persen, Maryono Minta Jangan Membebani Masyarakat
“Mau pindah kemana pun kan ya anggarannya tetap standar stadion. Itu kan multi years,” katanya.
Diketahui, untuk Gelora Tangerang Ayo Pemkot Tangerang menganggarkan Rp 100 miliar, Indor Outdoor Sport Centre di Cipondoh Rp 30 miliar dan Tangerang Super Block di Alam Sutera Rp 75 miliar. Sedangkan renovasi Stadion Benteng menggunakan sistem optimalisasi.
Anggaran tersebut telah dirasionalkan dari yang sebelumnya Gelora Tangerang Ayo sebesar Rp 244 miliar. Lalu, peremajaan Stadion Benteng sebesar Rp 122 miliar. Pembangunan venue multy sport di Kawasan Alam Sutera dan Cipondoh masing – masing dianggarkan 127 dan 59 miliar rupiah.
Ketua KONI Kota Tangerang, Hadi mengatakan pihaknya tak mempersoalkan rencana pembangunan stadion tersebut. Pihaknya akan memaksimalkan sarana olahraga yang tersedia untuk Porprov VI Banten 2022.
“Kalau stadion Tangerang Ayo kan cuma sepak bola saja. Sepak bola bisa di stadion mini, kan stadion mini kita ada 6,” kata Hadi.
Namun, kata Hadi pihaknya mendorong Pemkot Tangerang untuk membangun fasilitas bagi cabang olahraga yang belum memiliki venue. Seperti sepatu roda dan panjat tebing.
“Memang ada beberapa yang belum ada seperti panjat tebing dan sepatu roda. Panjat tebing ada di alun-alun Ahmad Yani tapi tidak bisa dimaksimalkan untuk Porprov. Kemudian sepatu roda. Kami sudah mendorong pembangunannya. Tapi kalau tidak terlaksana ya mungkin kami bisa kerjasama dengan pihak lain untuk menyediakan venue,” jelasnya.
Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang, Sumarti mengatakan pihaknya mempersoalkan rencana pembangunan stadion tersebut. Menurut dia, wajar saja Pemkot Tangerang terkendala untuk membangun stadion. Pasalnya, anggaran itu teralihkan untuk pemulihan ekonomi di masa Pandemi Covid-19.
Politisi Fraksi PDIP ini menuturkan terkait rencana pembangunan Stadion Tangerang Ayo pihaknya juga masih menunggu kejelasan Pemkot Tangerang. Mengingat, kata dia kondisi masih belum stabil. (irfan/gatot)
























