SATELITNEWS.ID, TIGARAKSA—Hingga Senin (12/7) pukul 10.00 WIB, Badan Kepegawaian dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Tangerang mencatat sudah 12.001 yang mengisi formulir Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), Calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (CPPPK) Guru dan Non Guru. Namun yang sudah submit atau tuntas memilih formasi dengan mengirim berkas sebanyak 7.088 orang.
“Posisi tanggal 12 ini pukul 10.00 WIB, 12.001 orang yang sudah mengisi formulir. Tapi yang sudah submit atau tuntas memilih formasi dan melampirkan berkas sebanyak 7.088 orang. Jadi ada sekitar 5.000 orang lagi sepertinya masih proses melengkapi berkas, atau masih timbang-timbang memilih formasi apa. Namun mereka sudah bikin akun daftar CPNS atau CPPPK tahun ini di Pemkab Tangerang,” ungkap Hartono, Kepala Bidang (Kabid) Perencanaan Aparatur BKPSDM Kabupaten Tangerang kepada Satelit News, kemarin.
Lanjut Hartono, bagi yang sudah submit, maka BKPSDM bisa menindaklanjuti dengan mengecek kelengkapan persyaratan yang dikirimkan. Pihaknya memprediksi bakal ada peningkatan dalam jumlah pendaftar di akhir-akhir masa pendaftaran.
“Memang masih ada waktu sampai tanggal 21 Juli, tapi kami berharap agar warga yang ingin mendaftar bisa sesegera mungkin agar lebih mudah pemeriksaan berkasnya,” katanya.
Saat ditanya secara rinci, Hartono menjawab, untuk CPNS yang sudah mengisi formulir 7.071 orang tetapi yang sudah submit baru 2.708 orang. Kemudian untuk CPPPK Guru yang sudah isi formulir sebanyak 4.687 orang, tapi yang sudah submit baru 4.327 orang. Sedangkan CPPPK Non Guru yang sudah mengisi formulir 297 orang, tetapi yang sudah submit baru 53 orang.
“Penerimaan CPNS tahun sebelumnya yang sudah digelar, itu formasi dokter spesialis tidak ada peminatnya. Mudah-mudahan tahun ini semua formasi ada peminatnya,” ujarnya.
Baca Juga: BKPSDM Kabupaten Tangerang Bekali Ribuan ASN Lewat Seminar Penguatan Karakter dan Kesadaran Diri
Hartono pun mengingatkan agar para peserta yang sudah mendaftar atau belum, agar tidak tertipu oleh bujuk rayu oknum atau pihak yang mengaku bisa meloloskan CPNS atau CPPPK dengan meminta imbalan uang. Menurutnya, aksi calo kerap muncul di saat momen CPNS dan terkadang ada masyarakat yang menjadi korban.
“Waspada aksi calo, jangan sampai tertipu. Termasuk calo joki, karena sekarang sudah ada sistem deteksi wajah bagi para peserta ujian, pasti ketahuan kalau pakai joki. Sanksinya digugurkan,” tegasnya. (aditya)
























