SATELITNEWS.ID, PANDEGLANG – Sebanyak tujuh rumah milik warga Kampung Nyalindung, Desa Sindangresmi, Kecamatan Sindangresmi, Kabupaten Pandeglang, ludes dilalap si jago merah, Kamis (19/8/2021) sekitar pukul 11.00 WIB.
Menurut informasi yang dihimpun, dari jumlah tujuh rumah yang terbakar itu, lima rumah ludes terbakar hingga rata dengan tanah dan dua rumah lagi hanya sebagian saja yang terbakarnya. Ketujuh rumah itu milik, Basit, Santi, Ruman, Suheng, Januari, Saliyaman, dan Jumhadi.
Bahkan bukan hanya rumah saja yang ludes terbakar, harta benda milik Basit yakni gabah 1 ton dan uang Rp 25 juta, harta benda Santi gabah 8 ton, uang Rp 30 juta dan emas 200 gram, milik Ruman berupa gabah 2 ton dan uang Rp 5 juta, milik Suheng berupa gabah 1 ton dan 2 juta dan milik Januari gabah 1 ton dan uang Rp 71 juta.
Seorang warga Desa Sindangresmi, Ahmad Muhtadin mengungkapkan, kebakaran yang terjadi di wilayahnya tak bisa dipadamkan lantaran hanya menggunakan alat seadanya, akibatnya api terus membesar dan merambat ke rumah warga lainnya.
“Terjadi sekitar pukul 11.00 WIB. Api dipadamkan oleh masyarakat menggunakan alat seadanya, namun tak kujung padam. Sehingga musibah itu merambat ke rumah lainnya,” kata Muhtadin, Kamis (19/8/2021).
Rumah yang terbakar itu ungkapnya, berjumlah tujuh rumah dengan kondisi lima rumah tak menyisakan apapun atau jadi arang, dan dua rumah lainnya hanya sebagian saja.
Baca Juga: Sesuaikan Standar Gizi Seimbang, SPPG Kolelet Pandeglang Sajikan Menu Variatif
“Yang parah itu ada lima rumah, karena benar-benar habis terbakar hingga bahan materialnya tinggal arangnya saja. Dan dua rumah lagi hanya sebagiannya saja yang terbakar. Saat ini kami masih membatu para korban membersihkan sisa kebakaran,” jelasnya.
Dalam musibah itu tak ada korban jiwa, hanya saja harta benda milik lima warga yang rumahnya terbakar paling parah, tak dapat diselamatkan hingga ikut ludes terbakar.
“Kerugian yang dialami korban ratusan juta, karena bukan hanya rumahnya saja yang ludes, tapi harta benda seperti gabah, emas dan uang milik kelima korban ludes ikut terbakar,” ungkapnya.
Ia berharap musibah itu menjadi perhatian pihak Pemerintah. “Semoga segera dibantu oleh pemerintah. Dan kami turut prihatin, semoga para korban diberikan kesabaran atas musibah itu,” tandasnya.
Terpisah, Ketua Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Pandeglang, Ade Mulyana membenarkan, musibah tersebut. Jajarannya juga saat ini kata dia, masih ada di lokasi kebakaran untuk membantu para korban.
“Ya benar ada sebanyak 7 rumah terbakar. Dugaan sementara, itu diakibatkan korsleting aliran listrik dari kediaman pak Basit, karena api cepat membesar hingga merambat ke rumah lainnya,” katanya.
Baca Juga: 5 Jurnalis Hilang Kontak, Anggota SMSI-PWI Pandeglang Panjatkan Doa Keselamatan Bersama
Ade memastikan, dalam musibah itu tak ada korban jiwa. “Alhamdulillah,, tak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” tandasnya. (nipal)
























