SATELITNEWS.ID, SERPONG—Dua kelompok mahasiswa Universitas Pamulang (Unpam) kampus Viktor Serpong, terlibat baku hantam di kafe bursa kuliner, Jalan Puspiptek, Babakan Kecamatan Setu, tepat di seberang kampus tersebut, Minggu (11/10/2021) siang. Tiga orang mahasiswa harus dilarikan ke rumah sakit akibat luka serius di tubuhnya.
Korban masing-masing berinisial J, R, dan M. Ketiganya mengalami luka-luka, bahkan J dan R sempat mendapat perawatan di rumah sakit. Keributan terjadi dipicu perselisihan adanya selebaran yang menolak ajakan berdemonstrasi pada 7 Oktober lalu.
Ketua Himpunan Mahasiswa Manajemen Universitas Pamulang (HMM-UNPAM) dan Himpunan Mahasiswa Teknik Elektronik (HMTE) menjadi incaran oknum yang diduga dari Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) UNPAM.
Terjadinya pengeroyokan kepada Ketua HMM-UNPAM dan HMTE, diduga karena adanya selebaran flayer penolakan aksi demo yang mengatas namakan KBM UNPAM.
Salah seorang saksi mata berinisial IA, mengatakan bahwa oknum yang mengatasnamakan KBM meminta klarifikasi atas flayer yang dibuat oleh HMM-UNPAM dan HMTE. “Jadi kami dimintai klarifikasi atas flayer tersebut dan diajaknya diskusi di Kantin Bursa Kuliner di Viktor jam 2,” ujar IA, di Rumah Sakit Sari Asih Ciputat, Minggu (10/10/2021).
Awalnya yang datang atas nama KBM sebanyak dua orang, lalu bertambah empat orang. “Awalnya mereka 2 orang yang duduk, 4 orang berdiri, dan gak lama setelah KBM marah dan pukul meja abis itu buyar, ada sekita 20 sampai 30 orang yang ikut mukulin, banyak-banyak benget,” ungkapnya.
Baca Juga: Ratusan Mahasiswa Kepung DPRD Pandeglang, Gapura Bambu jadi Sasaran Pembakaran
Di lokasi, ada yang lempar gelas, helm dan bahkan ada yang lempar batu. “Kemungkinan bocornya itu karena dilempar batu,” pungkasnya.
Senada dikatakan NA (25). Dia menuturkan, saat itu dia mendampingi korban yang merupaikan juniornya datang ke lokasi untuk mediasi dengan kelompok mahasiswa yang menyerukan aksi demonstrasi. ”Kita datang ke kafe depan kampus Unpam Viktor Serpong untuk mediasi menyelesaikan persoalan itu. Saya selaku senior salah satu korban, lalu ada beberapa teman lain di jurusan juga ikut datang,” kata NA (25), Senin (11/10/2021).
Mediasi tak berlangsung mulus hingga akhirnya beberapa mahasiswa dari kelompok pendemo melakukan pengeroyokan. Pelaku disebutkan berjumlah 30 orang. Mereka bentak-bentak sampai pukul meja. ”Memang yang mereka incar itu si J ini, terus korban yang dua lagi karena ada disitu juga ikut dikeroyok. Teman-teman yang lain lari, karena dari kita ada perempuan juga,” ungkapnya.
Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka sobek di bagian kepala dan di bagian tangan. Kasus itu pun telah dilaporkan ke Mapolres Tangsel beberapa jam setelah kejadian. ”Sudah buat laporan semalam di Polres, sudah visum juga,” ucapnya.
Wakil Rektor III Unpam M Wildan menjelaskan, pemicu perselisihan yang berujung pada kekerasan terhadap tiga mahasiswanya. Hal itu dimulai dengan adanya seruan untuk berdemo oleh satu kelompok mahasiswa pada 7 Oktober 2021 lalu.
”Ada flyer dari kelompok ini mengatakan ayo ikut aksi demo, kemudian dicounter oleh teman-teman Hima (Himpunan Mahasiswa), hampir semua Hima mengatakan mereka tidak mau ikut aksi seperti itu, lebih-lebih saat ini masa pandemi,” kata Wildan.
Baca Juga: Puluhan Mahasiswa di Banten dapat Beasiswa
Perselisihan soal selebaran ajakan berdemo itu lalu berlanjut pada mediasi hingga berujung pengeroyokan di lokasi. Wildan pun menyayangkan masih adanya perilaku oknum mahasiswa yang mengedepankan kekerasan di luar akal sehat.
”Unpam itu adalah kampus yang mengusung visi humanis dan religius. Jadi perilaku-perilaku yang kemarin itu tidak menjiwai visi Unpam yang memiliki nilai humanis dan religius,” tegasnya. (jarkasih)
























