SATELITNEWS.ID, PANDEGLANG–Asisten Daerah (Asda) II Bidang Ekonomi Pembangunan (Ekbang) Setda Pandeglang, Kurnia Satriawan mengatakan, masih ada beberapa tanah Desa di Kecamatan Picung dan Kecamatan Bojong, yang belum mendapat pergantian akibat tergerus pembangunan jalan tol.
Maka dari itu katanya, saat ini Pemkab Pandeglang sedang berkomunikasi dan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten, agar ada lahan pengganti.
“Sekarang sedang diverifikasi tim Provinsi, apakah tanah pengganti seluas enam hektar di Desa Kadupandak dan Desa Sumurcopong, Kecamatan Picung itu bernilai ekonomis atau tidak?. Secepatnya akan kami sampaikan, apabila sudah selesai diverifikasi,” kata Kurnia, Selasa (18/1/2022).
Ditegaskannya, pihaknya telah menyampaikan persoalan tersebut ke Gubernur Banten Wahidin Halim, agar bisa segera terselesaikan. Rekomendasi tersebut telah diberikan, namun ada revisi karena lahan yang disediakan nilainya sedikit lebih rendah dibandingkan lahan sebelumnya.
“Untuk lokasi penggantinya sudah ada, tetapi setelah diperiksa ternyata nilainya lebih rendah. Kan kalau lahan pengganti itu, selain strategis juga nilainya harus lebih tinggi dari lahan sebelumnya. Makanya, kita serahkan kepada pihak desa agar bisa segera mendapatkan lahan yang cocok dan sesuai,” tambahnya.
Menurutnya, pihaknya juga berharap lahan desa yang terkena pembangunan tol Serang-Panimbang tersebut , harus segera mendapat gantinya, karena milik negara. Oleh karena itu, ia meminta kepada pihak terkait agar segera menyelesaikan persoalan tersebut.
Baca Juga: Jasad Mengapung di Pantai Labuan Pandeglang Dipastikan Bukan Korban Kapal Arupadhatu 1
“Kami sudah fasilitasi dan sampaikan kepada Pak Gubernur. Nah, sekarang, tinggal Pemprov Banten dan pihak desa menyelesaikan persoalan itu,” ujarnya lagi.
Terpisah, Ketua DPRD Pandeglang, Tubagus Udi Juhdi mengaku, sudah mendapat informasi tersebut. Ia menyarankan, agar Pemkab Pandeglang segera menyelesaikan mekanisme penggantian lahan tersebut, agar proyek tol Serang-Panimbang seksi tiga bisa dikerjakan tanpa kendala.
“Kalau masih ada persoalan, tentunya akan mengganggu juga terhadap pelaksanaan pembangunan jalan tol seksi III nantinya,” imbuhnya. (nipal)



















