SATELITNEWS.ID, TANGERANG-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang telah mencatat, selama bulan Januari 2022 telah terjadi kebakaran sebanyak 12 kali.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Abdul Munir mengatakan, dari 12 kali kebarakan tersebut tidak semuanya rumah, namun ada bangunan-bangunan lainnya, diantaranya 1 gedung pabrik, 3 bangunan ruko, 3 lapak limbah, dan 5 bangunan rumah.
“Semuanya ada 12 kali kejadian kebakaran selama Januari 2022, ” kata Munir kepada Satelit News, Selasa (15/2).
Lanjut Munir, penyebab kejadian kebakaran tersebut sangat bervariasi, ada yang terjadi akibat korsleting listrik, dan juga yang terbakar karena kompor. “Mayoritas akibat korsleting listrik,” katanya.
Menurut Munir, banyaknya kejadian kebakaran akibat korsleting listrik, karena saluran listrik atau kabel yang menggunakan steker T listrik. Menurutnya, itu sangat berbahaya karena sering menyebabkan korleting listrik yang berujung kebakaran.
“Steker listrik itu berbahaya, dan kalau mau bepergian sebaiknya bendak-benda yang menggunakan listrik matikan saja,” imbaunya.
Baca Juga: 60 Petugas dan 16 Armada Tangani Kebakaran Pabrik di Batuceper
Sementara itu, Komandan Regu Pemadam Kebakaran, Margono Agus menambahkan, sebisa mungkin masyarakat selalu siap sedia Alat Pemadam Api Ringan (APRA) di rumah, ataupun lokasi usahanya agar ketika ada percikan api bisa segera dipadamkan.
“Masyarakat harus selalu sedia APRA. Agar bisa meminimalisir terjadinya kebakaran,” pungkasnya. (alfian/aditya)


















