SATELITNEWS.ID, TANGERANG—Pasokan sembilan bahan pokok (sembako) di wilayah Tangerang raya dipastikan mencukupi selama pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Stok sembako diprediksi cukup untuk tiga bulan ke depan.
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Eny Nuraeny, menjelaskan logistik untuk beras Tangerang raya terdata memiliki stok hingga 75.926.880 kilo. Sedangkan untuk gula kristal putih Tangerang Raya memiliki stok 25.358.000 kilo.
“Pemkot Tangerang telah bekerjasama dengan Bulog dan Himpunan Pengusaha Gas (Hiswana) Tangerang Raya, untuk menjamin ketersediaan bahan pokok dan barang penting di Kota Tangerang,” ungkap Eny, Jumat (17/4).
Lanjutnya, PT Pertamina juga telah menambahkan 50 persen atau sekitar 570 ribu tabung pasokan subsidi 3 Kg di wilayah Banten sejak pekan lalu. Pertamina pun tetap melakukan suplai regular di agen dan pangkalannya, sehingga total tabung LPG melon yang beredar mencapai 930 ribu tabung.
“Pemerintah dan PT Pertamina pun menjamin stok gas di Banten khususnya Kota Tangerang aman. Semua sudah tersebar secara merata, tak perlu khawatir apalagi melakukan penimbunan yang berakibat peningkatan harga pangan yang tak masuk akal,” tegasnya.
Sementara itu, Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah mengecek lokasi check point jelang pelaksanaan PSBB. Arief R Wismansyah melakukan check point pada salah satu ruas jalan dan mengimbau warga agar lebih disiplin dalam mengikuti aturan PSBB.
Baca Juga: Jalankan Instruksi, Pemkab Tangerang Pilih Berlakukan WFH
“Saya menghimbau pada seluruh masyarakat di Kota Tangerang agar lebih disiplin mengikuti aturan perihal PSBB yang segera akan diberlakukan,” ucap Arief ditemui saat melakukan check point Jl. MH. Thamrin pada, Jumat (17/4).
“Ingat, PSBB bukanlah kepentingan pemerintah baik pusat atau daerah, namun hal tersebut merupakan kepentingan kita bersama dalam membasmi pandemi covid-19 yang sedang terjadi, untuk itu sekali lagi saya minta agar warga dapat mengikuti aturan mainnya” imbuh Arief.
Arief menambahkan pada pemberlakuan PSBB terdapat 15 check point pada jalan utama, 33 jalan lingkungan, 2 terminal dan 4 stasiun dijaga oleh petugas gabungan mulai dari TNI, Polri, Satpol PP, Dishub dan BPBD Kota Tangerang.
“Para petugas akan melakukan pengecekan terhadap para pengendara yag masuk dan keluar Kota Tangerang melalui jalan-jalan yang telah ditentukan, apakah mereka mematuhi aturan yang telah ditetapkan perihal pemberlakuan PSBB dalam berkendara,” terang Arief.
Untuk mengurangi dampak dari pemberlakuan PSBB di Kota Tangerang, Pemkot Tangerang telah mendistribusikan bantuan pangan berupa beras pada warga terdampak Covid-19.
“Pemkot telah diatribusikan beras sebanyak 101,3 ton terhadap warga terdampak covid-19. untuk bantuan langsung tunai sebesar 600 ribu rupiah bagi warga terdampak dan kurang mampu masih dalam proses validasi data,”pungkasnya.
Baca Juga: Pemkot Tangsel Waspadai Gelombang Baru Covid-19
Turut serta pada saat melakukan check point Kapolres Metro Tangerang Kota Kombespol Sugeng Heriyanto. Dia menuturkan perihal sanksi yang akan diberikan pada pihak yang melanggar aturan soal PSBB.
“Sanksi yang diberikan berupa imbauan dan administrasi pada warga yang melanggar, jika teguran masih belum cukup maka sanksi akan merujuk pada Undang-Undang tentang Karantina,”ungkap Kapolres. (irfan/gatot)























