SATELITNEWS.COM, TANGSEL—Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mulai bersiap menghadapi kemungkinan gelombang baru kasus covid-19. Hal tersebut seiring munculnya laporan peningkatan kasus di beberapa negara Asia Tenggara seperti Singapura.
Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan mengakui bahwa pihaknya telah meningkatkan kewaspadaan. Melalui Dinas Kesehatan (Dinkes), berbagai langkah deteksi dini mulai diaktifkan kembali, terutama melalui puskesmas dan layanan ‘Ngider Sehat’ yang bertugas menyisir wilayah-wilayah dengan risiko penyebaran.
“Saat ini Pemkot Tangsel juga melalui Dinas Kesehatan sudah kembali bersiap-siap waspada untuk melihat kondisi di masyarakat gejala-gejala umum covid ini dideteksi sejak dini karena kita kan puskesmas dan layanan ngider sehat menjadi salah satu langkah preventif kita dalam mengenali atau mendeteksi gejala covid ini yang ada di masyarakat,” ujarnya, Rabu (11/6).
Walapun begitu, lanjut Pilar, pihaknya bakal melakukan beberapa strategi dalam melakukan penanganan secara cepat apabila terjadi penyebaran di Indonesia khususnya Tangsel.
“Mudah-mudahan tidak terjadi ya penyebaran covid yang masif di indonesia maupun di Tangsel. Tapi kita tentu saja melakukan beberapa langkah kedepannya supaya penanganan covid ini bisa ditangani dengan cepat,” katanya.
Soal kesiapan sarana prasarana, Pilar menjamin bahwa tiga rumah sakit milik pemerintah masih memadai dan siap digunakan kembali jika terjadi peningkatan kasus.
“Misalkan amit-amitnya terjadi jumlah yang besar berarti kita siapkan rumah sakit untuk penampungan pasien perawatan pasien covid, tapi kami harap mudah-mudahan sih tidak ada ya. Mungkin apakah cukup istirahat di rumah saja tidak perlu sampai dirawat, tapi kalau memang sampai perlu dirawat kita sudah mempersiapkan semuanya,” jelasnya.
Baca Juga: Perubahan APBD 2026: Pemkot Tangsel Tambah Anggaran Pendidikan, Kesehatan hingga Infrastruktur
Salah satu kekhawatiran utama adalah menurunnya kesadaran masyarakat dan aparatur sipil negara terhadap penerapan protokol kesehatan. Pilar menuturkan bahwa kebiasaan hidup bersih dan sehat masih digaungkan di lingkungan Pemkot, namun penerapannya tampaknya belum menjadi instruksi yang sistematis.
“Sudah dari jaman covid sendiri kita sudah terus menggaungkan pola hidup sehat, seperti lingkungan tinggal yang bersih, pola hodup yang sehat, olahraga dan sebagainya. Terus juga terkait kebersihan juga rasanya si di lingkungan kita sudah terbiasa mencuci tangan,” paparnya.
“Kita terapkan juga di dinas kalau ada yang sakit kita arahkan menggunakan masker, kalau ada yang flu. Ini mungkin nanti kita lakukan sosialisasi lagi ke semua dinas melalui dinas kesehatan,” sambung Pilar.
Pilar menambahkan, pihaknya memastikan belum menerima laporan kasus dan belum bisa mengonfirmasi apakah sudah ada
pasien terkait Covid-19 di wilayah Tangerang Selatan.
“Sampai saat ini sih belum, untuk di Tangsel saya belum dapat info dari kepala dinas,” pungkasnya. (eko)
























