SATELITNEWS.COM, SERANG – Pembangunan fly over di atas perlintasan kereta api, di Lingkungan Bogeg, Kelurahan Banjaragung, Kecamatan Serang, Kota Serang, belum bisa dilaksanakan dalam waktu dekat.
Padahal pembangunan itu dipandang sudah sangat urgen dilakukan, karena perlintasan itu menjadi titik penyebab kemacetan panjang yang setiap hari terjadi.
Jika sesuai jadwal dari yang direncanakan, pembangunan fly over itu baru bisa dilakukan pada tahun 2025.
Perencanaan itu, berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan terhadap berbagai rencana pembangunan infrastruktur baik jalan maupun jembatan yang dilakukan Pemprov Banten.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten, Arlan Marzan mengatakan, mengaca dari perencanaan sebelumnya, ada beberapa pekerjaan infrastruktur yang sudah dianggarkan namun tidak bisa dieksekusi karena terkendala dengan pembebasan lahan.
“Makanya kebijakan yang baru tahun depan kita secara bertahap, lahan dulu, setelah itu baru pembangunan fisiknya. Targetnya sih tahun 2025 sudah mulai pembangunan. Tahun depan kita fokus kepada pembebasan lahannya dulu,” kata Arlan, Senin (21/11/2022).
Baca Juga: Kekeringan Meluas, Ratusan Hektare Sawah di Banten Gagal Panen
Pembebasan lahan sendiri, lanjutnya, untuk segmen fly over Bogeg itu akan menjadi prioritas utama dari beberapa titik lahan yang belum selesai dibebaskan pada ruas jalan Pakupatan-Palima.Arlan mengaku, pihaknya juga sudah melakukan kordinasi dengan pihak PT KAI terkait rencana pembangunan fly over itu.
“Mereka justru mendorong itu, karena kondisi simpang dan jalan itu tidak seimbang,” ucapnya.
Dikatakan Arlan, untuk pembebasan yang akan dilakukan tahun depan itu sekitar 700 meter. Sedangkan untuk panjang jembatannya sendiri 350 meter dengan fly over di atasnya sekitar 70 meter.
“Lebar jembatannya sekitar 35 meter, dengan lebar jalan mencapai 28 meter,” katanya.
Seorang warga Cipocok Jaya, Funky Ramdhani, yang kerap melintas di daerah tersebut mengungkapkan, kemacetan dari kondisi bidang sepanjang perlintasan kereta api itu sudah sangat krodit sekali.
Bahkan, panjang kemacetannya bisa mencapai 2 KM, jika bertepatan pada sat pulang kantor dan hujan.
Baca Juga: Puluhan Warga Jepang Turut Meriahkan HUT RI, Ikuti Berbagai Perlombaan
“Apalagi kondisi perlintasan itu tidak sepadan, sehingga setiap kendaraan harus ekstra hati-hati, karena sering juga ada yang terpeleset dan jatuh,” katanya.
Diakui Funky, jika rencana pembangunan itu tahun 2025, itu sangat terlalu jauh.
Apalagi itu menjadi jalur utama akses masyarakat dari Pandeglang ke Serang yang lebih cepat. “ Saya sih minta tahun depan bisa direalisasikan,” pungkasnya. (mg2)
























