SATELITNEWS.COM, SERANG – Untuk pertama kalinya, penanganan stabilitas barang kebutuhan pokok di Provinsi Banten mengalami deflasi (Penurunan) pada bulan Maret 2023 dilihat dari MtM. Deflasi disumbang dari komoditas beras, bawang merah, daging ayam, serta cabai.
Hal itu diungkapkan Al Muktabar, usai Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi yang dipimpin Menteri Dalam Negeri M Tito Karnavian secara virtual dari Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Curug, Kota Serang, Senin (10/4/2023).
Al mengungkapkan, pihaknya secara terus menerus melakukan pemantauan ke lapangan untuk mengetahui perkembangan harga berbagai komoditas pangan, terutama yang sangat berpengaruh terhadap peningkatan angka inflasi.
“Kota Serang yang menjadi konsentrasi kita beberapa waktu lalu, dan sekarang hasilnya cukup baik. Bahkan beberapa komoditi mengalami deflasi,” kata Al.
Al menambahkan, Pemprov Banten secara berjenjang sesuai kewenangannya masing-masing bersama pemerintah Kabupaten dan Kota mengagendakan setidaknya satu pekan sekali melakukan operasi pasar, hingga subsidi transportasi untuk komoditas tertentu sesuai peraturan yang berlaku.
“Secara pasokan, alhamdulillah sampai saat ini untuk di Provinsi Banten masih cukup terjaga dengan baik. Situasi stabil dan barangnya cukup, membeli secukupnya saja. Oleh karenanya kita mengimbau kepada masyarakat meski menjelang Hari Raya Lebaran agar bijaksana untuk melakukan belanja,” ujarnya.
Baca Juga: Awal Ramadan 1446 H, Kota Tangerang Alami Deflasi 0,04 Persen
Terkait distribusi barang kebutuhan pokok, pada masa arus mudik dan balik Hari Raya Idul Fitri 2023, Al Muktabar menjelaskan, distribusi kebutuhan pokok dilindungi dalam sistem transportasi. Ada pengecualian terhadap distribusi kebutuhan pokok dalam fasilitasi transportasi.
“Sehingga, distribusi tetap berjalan dengan baik tidak terjadi hambatan,” pungkasnya.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), angka inflasi Provinsi Banten secara umum berada pada posisi 4,17 poin. Artinya masih di bawah inflasi Nasional yang mencapai 4,97.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten, Imaduddin Sahabat mengungkapkan, Kota Serang yang semula terjadi inflasi yang cukup tinggi, berkat kerjasama yang baik saat ini sudah mengalami deflasi.
“Itu karena stok dan harga beras dan lainnya di Kita cukup terkendali dengan baik, mengingat beras itu berkontribusi cukup besar dalam kenaikan angka inflasi,” ungkap Imaduddin.
“Ini juga tidak terlepas dari peran Pemprov Banten yang selalu turun ke lapangan. Memastikan ketersediaan pasokan supaya tetap aman. Bawang merah dan cabai juga mengalami deflasi. Ini yang menggembirakan kita,” sambungnya. (mg2)
Baca Juga: Damenta Kosongkan Posisi Pj Sekda Banten
























