SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Rektor Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) Ahmad Amarullah menyampaikan rasa gusarnya atas tata cara penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi negeri (PTN) dengan berbagai jalur. Hal itu dinilainya sebagai keserakahan PTN yang berdampak pada perguruan tinggi swasta mengalami tren penurunan jumlah mahasiswa baru secara nasional.
Kekesalan itu dia luapkan usai pembukaan Pengukuhan Mahasiswa Baru, Masa Ta’arfu (Masta) Program Pengenalan Studi, Almamater (propesa) mahasiswa baru UMT tahun akademik 2023/2023 di Tangerang Convention Center (TCC) Cimone, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, Minggu (27/08/2023) pagi.
“Melalui wawancara ini saya tegaskan bahwa penyebab utama penurunan jumlah peserta mahasiswa baru untuk di perguruan tinggi swasta tidak lain karena serakahnya perguruan tinggi negeri dalam merekrut mahasiswa baru sehingga mereka melakukan tes hingga berjilid-jilid. Dari tes mandiri dan lain-lain, sehingga PTS semakin kekurangan mendapat mahasiswa baru,” ucap Amarullah.
Untuk itu, ia meminta pemerintah bisa mengelola dan membina perguruan tinggi negeri sehingga mereka juga harus tahu bagaimana PTS yang dengan dana yang dikelolanya tanpa dukungan anggaran negara tapi bersemangat mencerdaskan kehidupan bangsa. “Ini harusnya diapresiasi, jadi ke depannya perguruan tinggi negeri ini harus proporsional. Jangan semua masuk ke PTN, ini nanti akhirnya partisipasi masyarakat menjadi berkurang dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,” pungkasnya.
Masta dan Propesa
Untuk diketahui, UMT melakukan pengukuhan terhadap 2.175 orang dari 2.800 lebih mahasiswa baru. Jumlah itu diyakini oleh Rektor akan kembali bertambah mengingat perguruan tinggi yang dia pimpin masih menerima mahasiswa baru hingga beberapa waktu ke depan.
Baca Juga: Dipercaya Sebagai Kampus Unggul, UMT Kukuhkan Lebih dari 1.500 Mahasiswa Baru

“Insya Allah kami optimis hingga beberapa waktu ke depan minimal akan mencapai 3.500 orang mahasiswa baru,” ucapnya. Seperti yang sudah-sudah, ungkapnya kegiatan Masta dan Propesa bagi mahasiswa baru adalah bersifat wajib di UMT.
“Ini adalah kegiatan akademik yang wajib diikuti oleh mahasiswa baru. Kalau mereka nggak ikut, mereka tidak dapat sertifikat. Sertifikat ini nantinya menjadi portofolio untuk mereka mengikuti tahapan pendidikan akhir, khususnya ketika akan skripsi karena harus dilampirkan,” ucapnya.
Jika tahun ini mereka tidak mengikuti, ujar Amarullah berarti mahasiswa ini harus mengikuti tahun depan atau pada semester III. Termasuk apabila ada mahasiswa yang baru mendaftar usai pengukuhan. “Ada pun materi Masta dan Propesa adalah pengenalan kampus, termasuk pengenalan pengelola, aktivitas kegiatan mahasiswa dan diajarkan belajar di perguruan tinggi,” pungkasnya.
Ada pun total mahasiswa baru di masing-masing fakultas di UMT adalah; Fakultas Ekonomoni dan Bisnis sebanyak 622 orang, Fakultas Agama Islam 113, Fakultas Kesehatan 137, FKIP sebanyak 319, Fakultas Teknik 431, Fakultas Hukum 130, FISIP sebanyak 293, Fakulras Pariwisata dan Industr Kreatif 144 dan Pascasarjana 161. Untuk kelas Program Perkuliahan Karyawan (P2K) sebanyak 306 Lembaga Pembelajaran Bauran (Lapemba) sebanyak 220 dengan jumlah keseluruhan 2.876. (made)
























