SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Berkah Pandeglang, hingga kini sudah mendistribusikan pasokan air bersih sekitar 180 tangki. Ratusan tangki air itu, dikirim ke Kecamatan Patia, Sukaresmi, Angsana dan Kecamatan Sobang.
Direktur Perumdam Tirta Berkah Pandeglang, Euis Yuningsih mengatakan, pihaknya terus berupaya membantu masyarakat yang kekurangan pasokan air bersih akibat kemarau yang melanda beberapa daerah di Pandeglang.
Sampai hari ini, kata dia, banyak permohonan bantuan air bersih dari warga karena mata air yang biasa mereka gunakan mengalami kekeringan.
“Kita kirim air ke empat kecamatan, sampai saat ini sudah dikirim 180 tangki, itu dikali 4000 liter atau empat kibik. Biaya untuk penanganan kekeringan ini membengkak,” kata Euus, Rabu (30/8/2023).
Euis mengatakan, pihaknya bukan tidak mau mengirimkan lebih banyak pasokan air bersih kepada masyarakat yang membutuhkan. Akan tetapi, armada yang dimiliki sangat terbatas. Sehingga, pengiriman air bersih belum bisa dilakukan secara optimal.
“Kita kesulitan ngirim air bersih, karena mobil tangki terbatas. Kita hanya memiliki tiga mobil tangki. Sehingga, kami minta bantuan mobil tangki empat unit, untuk pelayanan masyarakat, mudah-mudahan usulan bantuan itu bisa direalisasikan di tahun depan,” tambahnya.
Sebetulnya, kata Euis, pihaknya hanya memiliki kewenangan dan tanggung jawab untuk membantu para pelanggan, apabila tidak mendapatkan pasokan air bersih. “Kita bertanggung jawab terhadap pelayanan kepada pelanggan, bukan masyarakat secara luas, karena itu merupakan tanggung jawab Pemkab melalui dinas terkait,” tandasnya.
Akan tetapi, karena pihaknya merupakan perusahaan milik daerah, sehingga harus patuh terhadap perintah pimpinan dalam hal ini Bupati Irna Narulita.
“Kami memiliki pimpinan, apabila ada perintah melalui pejabat yang ada, walaupun kami di RKAP tidak ada bansos, tangki itu untuk menanggulangi kalau ada masalah dalam pelayanan air bersih,” tuturnya.
Euis menyarankan kepada semua pihak, apabila ingin mendapatkan pasokan air bersih, seyogyanya harus menyampaikan permohonan kepada pimpinan agar nanti didelegasikan. Tindakan itu dilakukan, karena sudah menjadi aturan perundang-undangan yang berlaku agar tidak menyalahi prosedur.
“Tolong kepada masyarakat, tokoh dan lainnya, silahkan minta bantuan tetapi melalui Bupati, nanti tembusannya kepada kita. Setelah ada disposisi, kita bisa memberikan bantuan itu agar tidak menyalahi dan sesuai aturan,” tukasnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Seksi (Kasi) Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Kabupaten Pandeglang, Rian Sutansyah mengatakan, pihaknya kewalahan karena setiap hari banyak permohonan bantuan pengiriman air bersih.
Hingga saat ini, kata dia, lebih dari 1.500 Kepala Keluarga (KK) di sebelas kecamatan yang mengalami krisis air bersih, akibat terkena dampak kemarau. Meski demikian, pihaknya terus mendistribusikan air bersih empat tangki dengan kapasitas 4000 liter setiap hari.
“Setiap hari lebih dari sepuluh titik, yang membutuhkan air bersih. Karena keterbatasan armada dan anggaran, kita hanya bisa mengirim empat tangki air setiap hari. Semoga saja kekeringan ini segera selesai,” imbuhnya. (mg4)
























