SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Kantor Imigrasi Kelas I TPI Soekarno-Hatta berhasil menunda keberangkatan sebanyak 613 pekerja migran Indonesia (PMI) non prosedural yang akan bekerja ke luar negeri melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta selama periode Januari-Maret 2024.
Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi Imigrasi Soekarno Hatta, Bambang Tri Cahyono menuturkan, berdasarkan data Tempat Pemeriksaan Imigrasi Soekarno-Hatta (TPI) sepanjang 2024 ini, keberangkatan sebanyak 613 PMI non prosedural ke berbagai negara tujuan berhasil ditunda. Adapun rinciannya; pada Januari 330 orang, Februari 254 orang dan 1-3 Maret sebanyak 29 orang.
“Total PMI non prosedural yang berhasil kami tunda keberangkatannya selama dua bulan terakhir lebih dari 600 orang,” ujarnya, Minggu (3/3). Yang terbaru, kata Bambang, Kantor Imigrasi Kelas 1 Soekarno-Hatta bersama Kementerian Tenaga Kerja Republik Indonesia berhasil menunda keberangkatan dua Pekerja Imigran Indonesia (PMI) yang akan berangkat ke Kamboja tanpa prosedural pada Minggu (3/3) pukul 10.00 WIB.”Dua WNI yang semuanya pria itu berinisial MAH (27) dan A (25) akan berangkat menggunakan pesawat Air Asia dengan nomor penerbangan QZ474 tujuan Phnom Phen pukul 12:00 WIB,”sebutnya.
Bambang menuturkan penundaan keberangkatan kepada dua WNI itu karena diduga merupakan pekerja migran non prosedural di Terminal 2 Keberangkatan International Soekarno-Hatta.
Sementara Kepala Bidang Dokumen dan Perjalanan selaku Pelaksana Harian atau Plh Kepala Bidang Tempat Pemeriksa Imigrasi Soekarno-Hatta, Ryo Achdar mengatakan, petugas TPI Soekarno-Hatta kemudian melakukan pemeriksaan yang mendalam kepada kedua pria tersebut. “Dari hasil wawancara, diketahui bahwa keduanya akan bekerja di Kamboja,” kata Ryo.
Ryo mengatakan, MAH dan A juga tidak memiliki dokumen pendukung lengkap terkait pekerjaannya dan belum melapor ke BP2MI. “Mereka mau bekerja di Kamboja tapi secara non prosedural. Lalu setelah berkoordinasi dengan BP2MI, dilakukan penundaan keberangkatan dan serah terima paspor serta dua orang tersebut terhadap pihak BP2MI,”pungkasnya. (mg05)
Baca Juga: Abu Vulkanik di Bandara Soekarno-Hatta Tetap Diawasi


















