SATELITNEWS.COM, SERANG—Bakal calon gubernur/wakil gubernur Provinsi Banten Arief Wismansyah mengikuti pemaparan visi dan misi yang dilaksanakan oleh Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Banten bertempat di salah satu hotel di kawasan Serang, Selasa (14/5/2024).
Dalam pemaparan tersebut, Arief menyampaikan bahwa mewujudkan Provinsi Banten yang Maju Sejahtera dan Berakhlaqul Karimah menjadi visinya.
Ada pun misinya di antaranya adalah mewujudkan kualitas sumber daya manusia melalui peningkatan mutu pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial dengan mewujudkan tata kelola pemerintah yang berbudaya bersih, profesional dan berintegritas.
Selain itu, dia juga ingin mewujudkan pembangunan ekonomi,berkualitas, merata yang berkelanjutan. “Lalu mewujudkan pengelolaan sumber daya manusia dan lingkungan yang berkelanjutan serta mewujudkan perilaku berkultur religius dan harmoni antar umat beraganma serta antar kelompok masyarakat,” ucapnya di hadapan para tamu yang hadir.
Arief percaya bahwa semua kandidat yang datang dalam pemaparan visi dan misi mempunyai niat yang baik untuk memajukan menyejahterakan dan memodernisasi Banten dengan segala permasalahan sosial yang dihadapi.
“Tapi saya mencoba menawarkan agar kita bisa bekerja sama dan sama-sama bekerja. Yang kita pilih sekarang adalah calon-calon pemimpin Banten, bukan calon-calon pemimpin Provinsi Banten. Karena apa? Selain Provinsi Banten juga ada delapan kabupaten/kota lainnya,” ungkapnya.
Baca Juga: Bukber dan Padel: Sore Santai Arief Wismansyah Bersama Wartawan Tangerang
Arief menyebutkan APBD Provinsi Banten sudah mendekati Rp 12 triliun. Ada pun total APBD delapan kabupaten/kota lainnya mencapai Rp 28 triliun sehingga bila dikalkulasi seluruhnya hampir Rp 40 triliun. “Ini merupakan potensi uang besar apabila mampu kita kelola bersama. Jadi cita-cita maju, sejahtera dan berakhlaqul karimah mudah-mudahan bukan hanya merupakan janji-janji manis,” ungkapnya.
Arief juga berbicara tentang pentingnya kolaborasi antara pemerintah dengan swasta dalam membangun dunia pendidikan. Seperti yang dilakukan oleh dirinya ketika masih aktif di Kota Tangerang yakni dengan untuk menggratiskan pendidikan di sekolah swasta.
“Swasta yang bangun sekolahnya, biaya operasionalnya oleh pemerintah daerah, begitu juga SMA. Jadi nggak ada lagi masalah keluhan orang tua nggak bisa masuk sekolah karena zonasi dan kesulitan biaya. Tapi masalah pendidikan bukan saja masalah kualitas pendidikan dan pemerataan. Yang harus dipikirkan harus ada subsidi agar pendidik mau masuk wilayah terpencil agar kualitas sekolah terjadi pemerataan,” ungkapnya.
Untuk mencapai ini semua, ujarnya tentu dibutuhkan biaya yang tidak sedikit. Oleh karena itu pendapatan asli daerah juga harus ditingkatkan. “Salah satu caranya adalah tentu dengan memaksimalkan potensi daerah. Dulu saya misalkan sewaktu masih (tugas) di Kota Tangerang sebenarnya iri melihat apa yang dimiliki Pandeglang mempunyai tempat wisata, makanya kita buat destinasi wisata. Kemudian lahirlah Pasar Lama. Jadi restoran- restoran meningkat, kemudian saat kita menjadi tuan rumah Porprov 2022. Kita juga ajak masyarakat di Jakarta untuk membuat even di Tangerang sehingga PAD langsung pun berdampak,” ucapnya.
Dengan kata lain, untuk meningkatkan perputaran uang di Banten bisa diantaranya dengan menyampaikan peluang kepada swasta. “Jadi uang tidak hanya mengendap, tetapi tetap berputar sehingga ekonomi bergerak. Jadi tidak hanya melalui investasi tapi juga menyampaikan peluang ekonomi,” ucapnya.. (made)
























