SATELITNEWS.COM, TANGERANG — Lebih dari dua tahun setelah menuntaskan masa tugasnya sebagai Wali Kota Tangerang periode 2013–2023, kesibukan Arief Wismansyah rupanya belum juga berkurang. Selain kembali mengelola rumah sakit dan pesantren, Arief kini menekuni usaha baru berupa lapangan olahraga padel yang diberi nama Yopadel.
Lapangan padel tersebut berdiri di lahan yang sebelumnya merupakan area parkir kendaraan di Jalan Sinar Hati No.1, Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang.
Sejak dibangun pada Desember 2025, tempat ini perlahan menjadi ruang baru bagi aktivitas olahraga sekaligus berkumpul.
Suasana hangat terasa pada Selasa (10/3/2026) sore sekitar pukul 16.30 WIB. Para staf tampak sibuk menata bangku dan menyiapkan hidangan takjil serta minuman.
Sore itu, Yopadel menjadi lokasi buka puasa bersama yang mempertemukan Arief dengan para awak media yang bertugas di Kota Tangerang.
Kegiatan tersebut diinisiasi oleh Kelompok Kerja Wartawan Harian Tangerang Raya (Pokja WHTR) bertema Bincang Ramadan. Selain berbuka puasa, pertemuan juga diisi dengan Bincang Ramadan, diskusi santai mengenai berbagai hal, termasuk perkembangan Kota Tangerang.
Baca Juga: Gelar Bukber, Relawan FBn dan Komunitas BJS Ajak Lestarikan Makanan Tradisional Banten
Menjelang pukul 17.00 WIB, para jurnalis mulai berdatangan. Arief menyambut mereka satu per satu dengan hangat.
“Gimana kabarnya nih, pada sehat semua? Sudah lama kita tidak ketemu,” ujarnya sambil menyalami para tamu.
Dalam suasana santai, Arief kemudian bercerita tentang aktivitasnya setelah tidak lagi menjabat sebagai kepala daerah. Ia kini membagi waktu antara mengelola rumah sakit, pesantren, hingga mengembangkan Yopadel.
Menurutnya, ide membangun lapangan padel berawal dari keinginan anaknya yang melihat olahraga tersebut sedang menjadi tren.“Anak saya yang minta, katanya padel lagi ramai. Dia juga cerita ke eyangnya. Ya sudah, kalau begitu ayo kita bikin,” tuturnya.
Yopadel saat ini memiliki dua lapangan yang berdampingan. Dalam kesempatan itu, Arief juga mengajak para wartawan mencoba langsung olahraga tersebut.
“Ayo kita main dulu, dua lawan dua,” katanya sambil menyerahkan raket kepada peserta.
Beberapa jurnalis pun mencoba bermain. Karena sebagian besar baru pertama kali menjajal padel, Arief sempat menjelaskan teknik dasar serta aturan permainannya.
Baca Juga: Soal Pendidikan Gratis, Arief Wismansyah Sebut Political Will Adalah Kunci
Setelah sekitar 15 menit bermain, ia kemudian menyerahkan raketnya kepada peserta lain dan kembali berbincang.
Arief mengakui pembangunan lapangan padel bukan perkara mudah. Banyak detail teknis yang harus diperhatikan, mulai dari tinggi lapangan, jenis dinding pembatas bola, hingga tingkat kerataan lantai.
“Lantainya harus benar-benar rata, toleransinya cuma sekitar tiga sentimeter,” jelasnya.Di samping lapangan, Arief juga membangun sebuah coffeeshop.
Menurutnya, tempat tersebut tidak hanya menjadi pelengkap fasilitas olahraga, tetapi juga membuka peluang kerja dan ruang belajar bagi anak muda.
“Kita juga memberi kesempatan magang kerja bagi yang ingin belajar,” katanya.
Dalam obrolan santai itu, Arief bahkan sempat mendorong para wartawan untuk mulai memikirkan usaha di luar pekerjaan utama sebagai persiapan masa depan.
“Coba buka usaha apa saja buat persiapan pensiun. Saya saja 15 tahun kerja, tahu-tahu sudah selesai saja,” ujarnya sambil tersenyum.
Ketika disinggung mengenai kondisi terkini Kota Tangerang, Arief memilih tidak banyak berkomentar. Ia hanya menyinggung secara singkat soal persoalan banjir.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, masyarakat juga harus terlibat. Apalagi kemarin curah hujannya memang sangat tinggi,” katanya singkat.
Tak lama kemudian, azan magrib berkumandang menandai waktu berbuka puasa. Para tamu pun menikmati hidangan yang telah disiapkan, mulai dari es buah, aneka gorengan, hingga menu utama seperti sate ayam dan soto.
Setelah salat magrib, suasana keakraban berlanjut dengan obrolan santai. Cerita-cerita masa lalu saat Arief masih menjabat hingga pengalaman para wartawan di lapangan pun mengalir seperti percakapan di warung kopi.
Gelak tawa beberapa kali pecah di antara mereka. Tanpa terasa waktu menunjukkan pukul 21.00 WIB. Para awak media kemudian berpamitan, menutup pertemuan dengan foto bersama di lapangan padel yang menjadi saksi sore penuh kehangatan itu. (made)



















