SATELITNEWS.COM, RANGKASBITUNG—Beberapa hari terakhir pupuk bersubsidi mengalami kelangkaan. Dengan kondisi tersebut, membuat sejumlah petani mengeluhkannya. Menanggapi hal itu, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lebak Dian Wahyudi meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) untuk gerak cepat mencarikan solusi soal langkanya pupuk tersebut.
Katanya, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini tak sedikit menerima keluhan para petani khususnya di wilayah Lebak Selatan yang mulai menjerit kesulitan mendapatkan pupuk jenis NPK Phonska di pasaran. “Ya para petani khususnya di Malingping dan Wanasalam banyak yang mengeluh langkanya pupuk subsidi di pasaran. Padahal mereka sedang membutuhkan pada masa penanaman padi yang ke dua,” kata Dian, kemarin.
Menyikapi kondisi tersebut, harusnya pemerintah khususnya Dinas Pertanian dan Perkebunan harus segera mengambil tindakan agar para petani sawah ini bisa menanam padi dengan baik.“Dinas bersangkutan harus segera mencarikan solusi dan mengantisipasi,”tambahnya.
Dian yang juga Ketua DPD PKS Lebak ini mengimbau agar para petani menggunakan pupur organik terlebih dahulu sebari menunggu pupuk subsidi. “Sambil menunggu, dapat menggunakan pupuk organik, agar kondisi padi tetap terjaga kesuburannya, dengan terus konsultasi dengan penyuluh pertanian,” imbuhnya.
Sementara Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Lebak Rahmat Yuniar mengatakan persoalan langkanya pupuk ini tengah dikoordinasikan dengan pemerintah pusat. Penyebabnya, kata Rahmat pada tahun 2020 ini Kabupaten Lebak hanya mendapatkan 21 ton berbeda dengan tahun 2019 yang mendapatkan 50 ton dan 2018 58,95 ton. “Ada kendala dari ekspedisi juga. Soal pengiriman. Semua keluhan sudah kita sampaikan ke pemerintah pusat melalui pemprov Banten,” katanya. (mulyana/made)























