SATELITNEWS.ID, TANGERANG—Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMP melalui jalur zonasi di Kota Tangerang telah berakhir, Minggu (28/6). Masih ada dua jalur lagi yang dapat ditempuh yakni jalur afirmasi dan perpindahan orang tua atau wali murid pada 2 Juli dan jalur prestasi pada 6 hingga 7 Juli 2020.
Jumlah siswa yang mendaftar ke SMP Negeri membludak. Kendati demikian, kapasitas yang dimiliki Pemkot Tangerang tak sebanding dengan siswa yang berminat masuk ke sekolah negeri.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Masyati Yulia menjelaskan jumlah siswa SD yang lulus di tahun 2020 sebanyak 32.000 anak. Namun, dari jumlah tersebut, hanya sekitar 10.600 siswa yang dapat masuk SMP Negeri. Artinya, sekitar 70 persen siswa SD yang lulus terpaksa masuk ke sekolah swasta.
“Kuota lulusan SD dan di SMP Negeri yang ada di Kota Tangerang hanya bisa menampung 30 persen jumlah peserta didik di tingkat SD maupun SMP. Kita cuma ada daya tampung kita (kuota SMP) 10.600an sedangkan yang lulus SD itu 32.000an. Sisanya terpaksa masuk sekolah swasta,” ujar Masyati kepada Satelit News, Minggu (28/6).
Oleh karenanya, bagi siswa lulusan SD yang mendaftar di SMP Negeri namun tidak diterima, pihaknya mengarahkan mereka untuk mendaftar di SMP swasta. Namun diketahui, untuk masuk ke SMP swasta memerlukan biaya lebih mahal.
Tak jarang wali murid mengeluhkan hal tersebut. Apalagi ditengah pandemi Covid-19 yang mempengaruhi ekonomi masyarakat. Untuk itu, Masyati meminta agar sekolah swasta memberikan kebijakan pengurangan iuran SPP agar tidak memberatkan orang tua siswa.
Baca Juga: Kerusakan Jalan Teuku Umar Karawaci Akhirnya Diperbaiki
“Jauh sebelumnya, memang kami sudah mengimbau kepada sekolah swasta khususnya SMP dan SMA swasta untuk mengurangi biaya SPP,” katanya.
Pemkot Tangerang menghapus anggaran untuk program Tangerang Cerdas di tahun 2020. Anggaran itu dialihkan untuk penanganan covid-19. Dengan begitu, Pemkot Tangerang tidak dapat memberikan bantuan kepada siswa kurang mampu yang sekolah di swasta. Namun, menurut Masyati, pemerintah tetap memberikan bantuan untuk meringankan beban siswa melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Tangerang Jamaluddin menyatakan menyatakan secara keseluruhan PPDB SMP secara daring berjalan lancar. Khususnya untuk jalur zonasi, hampir tidak ditemui kendala berarti. Jamaludin menambahkan pihaknya bersama Dinas Kominfo telah mengantisipasi kemungkinan terjadinya hambatan-hambatan selama proses PPBD berlangsung.
“Mulai tanggal 28 Juni kita buka PPDB selama 24 jam. Jadi para orangtua yang akan mendaftarkan jam berapa saja bisa,” ujar Jamal usai melakukan inspeksi di SMP Negeri 5 Kota Tangerang, Jalan Daan Mogot No.82, RT.002/014, Sukaasih, Tangerang, Sabtu (27/8).
Dia menambahkan, kendati ada permasalahan, biasanya tidak jauh dari keluhan ketiadaan PIN dari sekolah asal sehingga orangtua calon siswa harus datang ke sekolah yang dituju.
“Itu pun sebetulnya tidak banyak, khusus yang hari ini saja bisa dilihat sendiri. Mereka (yang datang ke sekolah) umumnya dari madrasah ibtidaiyan (MI),” ucapnya.
Baca Juga: SIM Keliling Kota Tangerang Sabtu 5 September, Ada di Dua Lokasi
Mantan Kabid Pembinaan SMP ini menambahkan, mereka yang belum mendapatkan PIN lebih banyak disebabkan lantaran sekolah asal tidak menyerahkan nilai ke Dinas Pendidikan. Padahal, jika nilai itu diserahkan, maka dia mengatakan PIN itu bisa disebut. Sebagai contoh ujarnya, calon siswa yang berasal dari SD negeri dan swasta yang sekolahnya sudah menyerahkan nilai tidak menghadapi kendala yang dimaksud.
“Tapi Insya Allah, meski orangtua atau calon siswa yang datang ke sekolah karena tidak mendapat PIN, akan dilayani dengan sebaik mungkin,” janjinya.
Ketika disinggung soal adanya gangguan server, pria yang juga Ketua PGRI Kota Tangerang ini menyebut, hal itu lebih dikarenakan jaringan sehingga sebetulnya tidak terlalu prinsip. “Jaringannya memang sempat agak lambat, tetap setelah itu lancar,” terangnya.
Salah satu orangtua calon siswa asal sebuah MI di Batuceper, Saropah mengatakan, dari sekolah asal dirinya memang belum mendapat PIN sehingga lebih memilih datang ke sekolah.
“Ke gurunya sudah ditanyakan kenapa PIN belum turun, katanya memang belum turun semua,” jelas warga RT 03/05 Kelurahan Batusari, Kecamatan Batuceper ini. Selain itu kedatangannya ke sekolah lantaran ingin benar-benar paham PPDB berbasis dalam jaringan ini.
Kepala SMP Negeri 5 Kota Tangerang, Sudjiawati mengatakan, di sekolah yang dipimpinnya tidak menemui hambatan berarti lantaran pihaknya sudah menyiapkan segala kebutuhan yang menyangkut PPDB daring ini.
“Kita sudah mengondisikan segala sarana dan prasarana dengan kepanitian-kepanitiaan,” ucapnya. Dengan kata lain, menurutnya pelaksanaanya disesuaikan dengan petunjuk teknis (juknis) termasuk penerapan protokol kesehatan. Di SMPN 5 sendiri daya tampung siswa adalah 10 rombongan belajar (rombel) dengan kapasitas setiap rombel mencapai 36 siswa.
“Berarti kuotanya seluruhnya ada 360 siswa,” jelasnya.
Kondisi yang serupa juga ditemui SMPN 6 Kota Tangerang. Menurut Kepala SMP N 6 Kota Tangerang, Maksum, proses PPDB ditempatnya berjalan sebagaimana yang diharapkan.
“Karena sudah diatur tiga instansi dalam hal ini Dinas Pendidikan, Dinas Infokom dan Dukcapil,” jelasnya. Di SMP yang beralamat di Jalan Cemara, Perumnas I Kecamatan Karawaci ini juga memiliki daya tampung 10 kelas dan setiap kelas berisi 36 siswa.
“Ini dikurangi anak guru dan anak yang tidak naik,” pungkasnya. (irfan/made/gatot)
























