SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Banyak keluhan dari masyarakat terkait calo tenaga kerja, praktik menyogok untuk kerja hingga kebutuhan lapangan kerja, pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Tangerang nomor urut 1 Mad Romli-Irvansyah (MAVAN) pun menggemakan kembali strategi pamungkas memberantas calo tenaga kerja dan pengangguran.
<span;>Dina, salah satu warga Kabupaten Tangerang dengan berani meminta calon Bupati Tangerang Mad Romli untuk mengemban amanah warga termasuk dirinya memberantas calo tenaga kerja, serta praktik sogok menyogok untuk bisa bekerja.
“Saya termasuk banyak warga di desa ini yang sangat berharap bapak mampu mwmberantas para calo tenaga kerja. Kami yakin bapak mampu, sesuai tagline bapak jujur, amanah dan tidak korupsi. Sudah saatnya masyarakat bisa bekerja tanpa sogok menyogok,” harapnya kepada Mad Romli dihadapan ratusan warga di salah satu titik kampanye di Kabupaten Tangerang, Sabtu (2/11/2024).
Calon Bupati Tangerang Mad Romli pun menegaskan kembali strategi pamungkasnya dalam memberantas calo tenaga kerja dan pengangguran, yakni dengan program unggulannya memperbanyak balai latihan kerja atau BLK, demi mempersiapkan warga yang memiliki skill atau keterampilan kerja yang dibutukan, dan agar dapat bersaing di dunia kerja saat ini.
“Pabrik banyak di Kabupaten Tangerang, tapi warga lokalnya koq malah cuma jadi penonton dan banyak yang nganggur. Ini selalu disampaikan warga setiap kali saya berkeliling blusukan di 274 desa/kelurahan,” kata Mad Romli.
Lanjut Ketua DPD Golkar Kabupaten Tangerang ini, jika Mad Romli-Irvansyah Asmat menang Pilkada dan dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Tangerang periode 2024-2029, maka pemerintah yang memiliki peran dan fungsi pengawasan akan memastikan agar perusahaan dapat tansparan dalam menginformasikan kebutuhan tenaga kerja.
Baca Juga: Dana Hibah Pilkada Kabupaten Tangerang Dipastikan Ada Silpa
“Pemerintah itu bukan dilayani, tapi pemerintah harus bersikap melayani masyarakat,” ujar suami Nina Romli ini.
Menurut Mad Romli, jika warga lokal semestinya dapat terserap sebagai tenaga kerja di perusahaan yang ada di wilayah sekitar tempat tinggalnya. “Jadi perusahaan juga harus terbuka apa kebutuhan tenaga kerjanya, warga bisa dilatih di BLK. Maka karyawan yang tempat tinggalnya berdekatan dengan perusahaan bisa bekerja,” jelasnya.
“Itulah pentingnya keterbukaan dan transparansi, ini akan memangkas praktik percaloan yang terjadi. Warga mau kerja, kudu nyogok puluhan juta. Eeh kerjanya cuma 2-3 bulan. Jadi ini harus diberantas,” imbuhnya. (aditya)


















