SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Gubernur Banten Andra Soni, berjanji bakal memperhatikan Kabupaten Pandeglang. Karena, daerah ini menjadi salah satu daerah tertinggal di Banten. Bentuknya, mulai dari infrastruktur jalan hingga terkait Daerah Otonomi Baru (DOB) Caringin dan Cibaliung.
Pernyataan resmi itu, disampaikan politisi Partai Gerindra ini saat menghadiri Rapat Paripurna Serah Terima Jabatan Bupati dan Wakil Bupati Pandeglang, di gedung DPRD Pandeglang, Selasa (4/3/2025).
Andra mengaku, dirinya sudah menerima laporan terkait persoalan infrastruktur jalan di Kabupaten Pandeglang, khususnya beberapa kejadian yang sempat viral di media sosial. Hal itu, kata dia, menjadi perhatian khusus masa kepemimpinannya di Provinsi Banten.
“Terkait persoalan jalan, nanti akan kita bangun, karena jalan merupakan akses utama masyarakat. Akan kita bahas nanti mekanisme seperti apa,” ujarnya.
Andra Soni mengatakan, pihaknya akan melakukan penghitungan anggaran untuk proses pembangunan di Pandeglang, bersama dengan daerah lain di Banten. Oleh karena, anggaran tahun 2025 merupakan pembahasan dari tahun sebelumnya.
“Proses penganggaran ini kan di 2024, sehingga InsyaAllah saya akan berkoordinasi dengan DPRD. Jalan juga termasuk yang akan kita perbaiki,” tandasnya.
Selain infrastruktur jalan, Andra Soni juga bakal melakukan pembahasan mengenai DOB baru. Oleh karena, luas wilayah menjadi salah satu faktor penyebab perkembangan dan kemajuan daerah yaitu luasan wilayah. Semakin luas suatu wilayah, akan semakin berat untuk menjadi daerah maju.
“Wilayah seluas ini diperlukan konsentrasi, salah satunya pemekaran dan DOB ini menjadi salah satu pembahasan, InsyaAllah akan saya dorong. Karena, DOB ini menjadi salah satu cara untuk kemajuan daerah,” tuturnya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Pandeglang Ali Fahmi Sumanta mengaku, Pemkab Pandeglang membutuhkan anggaran besar untuk menyelesaikan persoalan infrastruktur jalan. Oleh karena itu, dia berharap Pemprov Banten bisa terus memberikan perhatian lebih untuk Kabupaten Pandeglang.
“Anggaran kita memang terbatas, dan kita butu bantuan. Kita sudah sampaikan kepada Pemprov Banten, mudah-mudahan saja ada solusinya. Pada intinya, kita memang membutuhkan bantuan dari Pemprov Banten, termasuk pemerintah pusat,” imbuhnya. (adib)
























