SATELITNEWS.COM, TANGSEL-Organisasi kemasyarakatan (ormas) diminta untuk tidak melakukan pungutan liar (pungli) dan pemerasan dengan modus meminta uang tunjangan hari raya (THR). Hal tersebut diungkapkan Kapolsek Ciputat Timur, Kompol Bambang Askar Sodiq.
Bambang menyampaikan, momen lebaran biasanya kerap dimanfaatkan sejumlah oknum ormas atau kelompok tertentu di lingkungan masyarakat untuk meminta THR kepada para pelaku usaha di wilayahnya.
Oleh karena itu, kepada masyarakat diminta tidak perlu ragu dan takut melaporkan ke petugas bila mendapat tekanan atau intimidasi dari para oknum yang tidak bertanggung jawab itu.
“Jangan ragu untuk melapor pungli Ramadan dalam bentuk apapun,” ujar Bambang dalam keterangannya, Minggu (16/3).
Meski demikian, kata dia, pihaknya tidak bisa bergerak sendiri tanpa adanya peran serta masyarakat. Maka itu, jika ada warga yang menjadi korban pemerasan THR segera melapor, jangan ragu apalagi merasa takut.
Bambang menerangkan masyarakat yang menjadi korban pungli THR oleh ormas bisa merekam kejadian itu dan langsung melaporkannya. Laporan bisa dilakukan melalui hotline dengan nomor 0852-1345-2411 atau Call Center 110.
Baca Juga: Layanan SIM Keliling Tangerang Selatan Sabtu 5 September 2026, Cek di Sini Jadwalnya
Bambang memastikan akan segera menindaklanjuti jika ada aduan masyarakat terkait kejadian pungli di wilayah hukumnya.
“Segera laporkan kepada pihak Kepolisian terdekat, Polres maupun Polsek atau melalui Call Center 110 atau hotline kami jika ada Ormas yang memaksa meminta THR Ramadan maupun Idul Fitri,” paparnya.
Bambang tak menampik bahwa terdapat beberapa ormas yang sudah mulai melakukan pungli dengan cara membagikan proposal kepada para pemilik toko.
Ia menegaskan pelaku yang terbukti melakukan pungli THR kepada masyarakat apalagi dengan cara memaksa dan mengancam akan dihukum sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Dalam keterangannya ia memastikan dan menjamin akan melindungi, melayani, dan mengayomi masyarakat serta berharap momen perayaan hari raya Idul fitri menjadi ajang bersilaturahmi dan menjaga tali persaudaraan. (eko)
























