SATELITNEWS, PANDEGLANG – Sejumlah masyarakat Kecamatan Sobang, Kabupaten Pandeglang, meminta kepada pihak pengembang agar segera menyelesaikan pembangunan tol Serang-Panimbang (SerPan) seksi 3B Bojong-Panimbang.
Mereka menilai, penyelesaian ruas jalan tol tersebut bisa meningkatkan perekonomian masyarakat, karena aksesibilitas terintegrasi dan akses masyarakat bisa lebih mudah dan cepat.
Tokoh masyarakat Kecamatan Sobang, Ade Asnawi mengatakan, pembangunan tol Serang-Panimbang seksi 3B untuk rute Bojong-Panimbang harus bisa diselesaikan tepat waktu. Oleh karena, jalan bebas hambatan tersebut bisa menjadi salah satu akses perekonomian masyarakat.
“Kalau bisa segera diselesaikan, ini kan sudah berjalan lama pembangunannya. Melalui jalan tol, masyarakat nanti bisa lebih mudah membawa hasil bumi untuk dijual keluar daerah, masyarakat juga bisa lebih mudah melakukan kegiatan perekonomian lainnya,” kata Ade, Selasa (25/3/2025).
Ade mengatakan, selain untuk memudahkan akses masyarakat, jalan tol juga bisa menjadi salah satu alternatif warga luar Pandeglang untuk datang kelokasi wisata, yaitu di kawasan Tanjung Lesung, dan daerah selatan lainnya.
“Selama ini kan banyak wisatawan yang mengeluhkan kondisi jalan yang jauh, waktu tempuh yang lama, dan lainnya. Nah, dengan jalan tol ini nanti wisatawan akan semakin mudah dan cepat. Kalau sudah ramai wisatawan, masyarakat lokal juga akan terkena dampak dari sisi perekonomiannya,” ujarnya.
Baca Juga: Erupsi GAK Terus Meningkat, Sekolah di Pandeglang Berlakukan BDR
Selain itu, kata dia, Jalan tol juga bisa menjadi daya tarik investasi di wilayah selatan Kabupaten Pandeglang. Oleh karena, belum adanya investor besar ke Kabupaten Pandeglang dikarenakan beberapa faktor, salah satunya karena aksesibilitas.
“Pemkab sudah menetapkan kawasan industri di lima kecamatan. Nah, jalan tol ini menjadi salah satu penopang kemudahan investasi. Apabila investasi sudah berjalan, tentunya akan ada spot atau wilayah perekonomian baru di daerah,” tuturnya.
Tokoh pemuda Kecamatan Sobang,, Maman Lukman sependapat. Kata dia, keberadaan jalan tol bisa menjadi salah satu faktor perubahan perekonomian masyarakat, terutama wilayah yang memiliki rest area atau pintu tol. Oleh karena itu, pengerjaan konstruksi jalan tersebut harus bisa terselesaikan tepat waktu.
“Setelah selesai dikerjakan, tinggal Pemkab segera membuat regulasi atau kebijakan lain yang berkaitan dengan kemudahan akses dan perekonomian. Tujuannya, supaya bisa merangkul masyarakat terutama dalam peningkatan perekonomian,” pungkasnya.
Sementara , Manajer Pengembangan Sistem PT WIKA Serang-Panimbang Muhamad Albagir mengatakan, proses penyelesaian pembangunan tol Serang-Panimbang seksi 3B ditargetkan selesai pekerjaan konstruksi diakhir tahun 2025 ini.
“Target selesai konstruksi, Desember 2025 nanti. Adapun panjang ruas jalan tol seksi 3B itu 15,54 kilometer. Sekarang kita juga sedang menyelesaikan seksi 3A untuk ruas jalan Cileles-Bojong,” imbuhnya. (adib)
Baca Juga: Abu Vulkanik Erupsi GAK Hujani Pandeglang, Bupati Dewi: Gunakan Masker dan Kacamata
























