SATELITNEWS.COM, SERANG – Pemprov Banten me-warning kepada pendatang baru dari berbagai daerah, yang masuk ke Provinsi Banten. Para pendatang itu, harus memiliki kemampuan atau skill, sehingga bisa terserap di duni kerja dan tidak menambah tinggi angka pengangguran.
Di samping itu, Pemprov Banten sendiri sedang berupaya melakukan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), sehingga bisa bersaing di dunia kerja.
“Pendatang baru itu tidak bisa kita batasi, tapi kami berharap mereka telah memiliki skill yang mumpuni, sehingga tidak menjadi beban pemerintah,” kata Gubernur Banten Andra Soni, Selasa (8/4/2025).
Menurut Andra, fenomena pendatang baru atau migrasi itu, kerap terjadi paska perayaan lebaran di Provinsi Banten. Fenomena migrasi bukan hanya perpindahan penduduk, melainkan serangkaian proses plus-minus terhadap urbanisasi, termasuk persaingan proses rekruitmen tenaga kerja di Perusahaan swasta.
“Maka dari itu, dirinya berharap seluruh perusahaan yang beroperasi di Provinsi Banten untuk lebih mengutamakan warga lokal dalam proses rekruitmen tenaga kerja,” pungkasnya.
Selain itu, dalam apel perdana itu Andra juga memberikan penegasan kepada seluruh ASN agar bekerja secara profesional dalam melayani masyarakat serta memberikan kontribusi positif dan pelayanan terbaik.
Baca Juga: Pemprov Banten Terapkan Pembelajaran Jarak Jauh
“Apel gabungan ini salah satunya bersama-sama kita pertegas komitmen kita sebagai pelayan masyarakat,” ujar Andra.
Dikesempatan ini, Gubernur Andra juga mempertegas rotasi, mutasi dan proses karir ASN dimana Pemrov Banten berkomitmen menggunakan sistem meritokrasi untuk memberikan kepastian karir secara professional
“Saya minta kepada kawan-kawan ASN di lingkup Pemerintah Provinsi Banten untuk fokus kerja, fokus berintegritas, fokus kepada pelayanan tugas masing-masing dan kita (Pemprov Banten) akan betul-betul menggunakan system meritokrasi dalam proses karir ASN di Provinsi Banten,” terang Andra
Selain itu, Andra mengatakan di hari pertama masuk kerja para Aparatur Pemprov Banten usai libur lebaran, sebanyak 90 persen Aparatur yang sudah mulai masuk kerja di kantor.
Andra menuturkan, untuk hari ini masih diberika kelonggaran karen amenerapkan sistem Work From Anywhere (WFA) selama satu hari (8/4/2025), berdasarkan Surat Edaran (SE) Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 3 Tahun 2025
“Pada hari ini masih diberikan kelonggaran, dan besok (9/4) otomatis ada sanksi bagi ASN,” tegasnya. (luthfi)
Baca Juga: Waspada Sebaran Abu Vulkanik GAK, Masyarakat Diminta Gunakan Masker
























