SATELITNEWS.COM, SERANG – Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Banten, menargetkan luas tanam padi pada bulan April mencapai 38.160 hektar, dari target 624.053 hektar di tahun 2025.
Di triwulan pertama ini, capaian tanam padi di Provinsi Banten sudah mencapai 163.974 hektar atau 26,28 persen.
Kepala Distan Provinsi Banten Agus M Tauchid mengatakan, pada gerakan tanam padi serentak di 14 Provinsi yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo secara virtual, Rabu (23/4/2025) ini, hampir seluruh daerah di wilayah Provinsi Banten melakukan tanam padi, kecuali di Kota Tangerang Selatan (Tangsel).
Sebanyak 38.160 hektar itu, kata Agus, tersebar di Kabupaten Pandeglang 16.396 hektar, Kabupaten Lebak 11.498 hektar, Kabupaten Tangerang 5.465 hektar, Kabupaten Serang 4.517 hektar, Kota Tangerang 21 hektar, Kota Cilegon 69 hektar dan Kota Serang 194 hektar.
Gerakan tanam padi serentak ini, untuk di Provinsi Banten dipusatkan di Kelompok Tani (Poktan) Rancalabuh II, Desa Rancalabuh, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang dengan luas tanam lima hektar sawah.
“Adapun jenis bibitnya, kami menggunakan varietas benih Ciherang. Selain di lima hektar lahan sawah itu, varietas bibit tersebut juga ditanam di 5.465 hektar lahan sawah di Kabupaten Tangerang,” kata Agus, Rabu (23/4/2025).
Baca Juga: Andra Soni: Irigasi Cisata Pandeglang Tingkatkan Produktivitas Petani
Selama tahun 2025 ini, Agus menargetkan luas panen yang bisa digarap sekitar 566.237 hektar dan realisasi Januari – Maret seluas 151.722 hektar atau sudah mencapai 26,80 persen, dengan target produksi sebesar 2.888.373 ton GKG atau setara 1.826.318 ton beras.
“Saat ini sudah terealisasi sebesar 824.784 ton GKG, atau setara 521.511 ton beras (28,56 persen). Jika diproyeksikan, neraca ketersediaan dan kebutuhan beras tahun 2025 akan menghasilkan 1.826.318 ton beras dengan konsumsi penduduk Banten tahun 2025 sebesar 1.508.444 ton beras,” tuturnya.
“Sehingga dalam tahun 2025 Provinsi blBanten diproyeksikan akan mengalami surplus sebesar 317.874 ton beras,” sambungnya.
Gubernur Banten Andra Soni, optimis ketahanan pangan di Provinsi Banten akan semakin kuat, bahkan bisa sampai swasembada. Apalagi didukung dengan kolaborasi yang kuat seluruh jajaran Forkopimda.
Andra mengatakan, dukungan dari Forkopimda sangat luar biasa baik jajaran Polda, Korem, Kejati dan Kejari maupun stackholder lainnya dalam mewujudkan ketahanan pangan daerah.
“Kami sering banyak berdiskusi terkait ketahanan pangan ini, bahkan tidak jarang juga kami meminjam alat dari Polda dan Danrem untuk membantu petani,” ucapnya.
Baca Juga: Persaingan Kerja Makin Ketat, Belasan Ribu Peserta Ikuti Pelatihan Vokasi
Dikatakan Andra, Pemprov Banten mempunyai target tanam padi di bulan April ini sekitar 38.160 hektar dari total target tanam di tahun 2025 ini seluas 624.053 hektar dengan realisasi tanam dari Januari sampai Maret 2025 mencapai 163.974 hektar atau 26,28 persen.
“Kami juga terus melakukan intensifikasi lahan, perbaikan irigasi serta bantuan pupuk dan benih kepada masyarakat. Termasuk menyediakan alat-alat pertanian modern untuk menunjang produktivitas petani kita,” jelasnya.
Dengan berbagai upaya peningkatan itu, Andra juga berharap Provinsi Banten kembali berada pada peringkat delapan besar nasional sebagai daerah produksi padi.
“Apalagi lahan kita masih luas, terutama di wilayah Banten Selatan dan itu kita akan optimalkan,” pungkasnya. (luthfi)
























