SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Ada banyak yang baru di Gedung Perpustakaan Daerah Kota Tangerang setelah rampung direnovasi. Perpusda ini mengoleksi 25 ribu judul buku hingga memiliki mini teater sebagai sarana edukasi.
Gedung baru Perpusda Kota Tangerang secara resmi diresmikan
Wali Kota Tangerang Sachrudin pada Kamis (22/5). Acara peresmian ditandai dengan prosesi pemotongan pita yang menandai dibukanya kembali gedung perpustakaan setelah proses renovasi selesai dilakukan.
Dalam sambutannya, Wali Kota Sachrudin menyampaikan
harapannya agar gedung baru ini tidak hanya menjadi tempat penyimpanan buku dan arsip semata, tetapi juga menjadi pusat literasi yang inklusif dan edukatif bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Alhamdulillah, renovasi gedung Perpustakaan dan Arsip Daerah telah selesai, dan hari ini resmi kita buka. Semoga gedung ini bisa menjadi pusat literasi yang inklusif, mendorong budaya membaca hingga ke tingkat keluarga,” ujar Sachrudin.
Ia menambahkan, seluruh fasilitas yang tersedia di gedung ini dapat dinikmati secara gratis oleh masyarakat. “Di dalamnya tidak hanya tersedia koleksi buku, tetapi juga ada ruang UMKM, ruang belajar, ruang anak, bahkan mini teater. Insya Allah gedung ini cukup representatif dan nyaman bagi masyarakat untuk membaca sambil menikmati suasana gedung yang estetis,” tambahnya.
Gedung ini juga diharapkan dapat menjadi alternatif destinasi edukatif di tengah kebijakan Pemerintah Kota Tangerang yang membatasi kegiatan studi tour ke luar kota.
Baca Juga: Kerusakan Jalan Teuku Umar Karawaci Akhirnya Diperbaiki
“Ke depan, mudah-mudahan gedung ini bisa menjadi tujuan studi tour anak-anak sekolah di Kota Tangerang, sebagai sarana menambah wawasan dan pengetahuan mereka. Di sini juga tersedia ruang belajar yang cukup memadai,” kata Sachrudin.
Untuk mendukung hal tersebut, Pemerintah Kota Tangerang akan menjalin kolaborasi dengan Dinas Pendidikan agar pelajar-pelajar di kota ini lebih mengenal dan memanfaatkan fasilitas perpustakaan daerah secara maksimal.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Tangerang, Engkos Zarkasih A, menyampaikan bahwa gedung baru ini terdiri dari empat lantai yang dirancang dengan fungsi dan tujuan yang berbeda-beda.
“Lantai pertama berfungsi sebagai ruang layanan UMKM dan galeri City of Tangerang. Lantai dua khusus untuk ruang anak dan ruang baca umum. Lantai tiga dilengkapi dengan ruang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) serta mini teater. Sementara lantai empat diperuntukkan bagi layanan enkapsulasi arsip,” jelas Engkos.
Saat ini, koleksi buku di perpustakaan telah mencapai lebih dari 25.000 judul, dengan klasifikasi koleksi mulai dari 000 hingga 900 berdasarkan sistem klasifikasi perpustakaan standar.
“Kami menargetkan ke depannya koleksi akan terus bertambah. Saat ini pun pengunjung dapat mengakses koleksi yang sudah cukup beragam,” ujarnya.
Baca Juga: SIM Keliling Kota Tangerang Sabtu 5 September, Ada di Dua Lokasi
Gedung ini dirancang mampu menampung lebih dari 500 orang secara keseluruhan, dengan sistem rotasi dan pembagian aktivitas di setiap lantai agar kenyamanan pengunjung tetap terjaga.
“Setiap lantai dapat menampung sekitar 100 orang. Nantinya pengunjung akan kita atur, ada yang membaca, latihan di ruang TIK, menonton di mini teater, hingga belajar dan bermain di ruang anak,” tambahnya.
Mini teater yang tersedia juga memiliki fungsi edukatif yang kuat. “Di mini teater ini kami putarkan film dokumenter tentang sejarah Kota Tangerang dan film-film edukatif untuk anak. Kami bekerja sama dengan Dinas Kominfo agar konten yang disajikan benar-benar informatif dan relevan,” kata Engkos.
Perpustakaan ini buka setiap hari kerja mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB. Untuk akhir pekan, layanan dibuka hingga pukul 12.00 WIB. “Saat ini belum dibuka di malam hari, namun kami akan mempertimbangkan untuk membuka layanan malam jika ada antusiasme dari masyarakat,” tambahnya.
Dengan hadirnya gedung baru yang lebih modern dan multifungsi ini, Pemerintah Kota Tangerang berharap bisa meningkatkan minat baca masyarakat sejak usia dini. Fasilitas yang disediakan pun dirancang ramah anak dan
mendorong proses belajar yang menyenangkan.
“Ruang anak kami lengkapi dengan area bermain, melukis, serta membaca yang interaktif. Kami ingin anak-anak betah berlama-lama di perpustakaan dan tumbuh dengan kecintaan terhadap buku,” ujar Engkos. (mg01)
























