SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Beberapa wilayah di Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, kebanjiran, Senin (26/5/2025). Peristiwa itu terjadi, karena adanya tumpukan sampah dan penyempitan drainase disepanjang aliran sungai.
Seolah alam memberikan teguran dan peringatan, bahwa sampah tidak lagi menjadi masalah sepele dan tak boleh diabaikan. Hujan yang mengguyur sehari semalam di Kecamatan Labuan, menjadi bukti pentingnya mengatasi persoalan sampah, karena bisa menjadi salah satu penyebab banjir.
Bukan hanya melanda wilayah perumahan atau perkampungan, imbas dari tersumbatnya aliran air karena sampah juga dirasakan oleh nelayan. Beberapa perahu nelayan hampir karam, karena penyempitan akibat sampah, dan menyebabkan perahu mereka terbawa arus.
Bukan lagi persoalan menjadi kewenangan siapa, melainkan lebih kepada kesadaran bersama akan pentingnya menjaga alam, agar alam ikut menjaga manusia. Salah satu hal nyata menjaga alam, dengan tidak membuang sampah sembarangan, karena dampak atau imbasnya bisa sangat besar.
Lokasi banjir di Kecamatan Labuan, terjadi di Desa Teluk, Kecamatan Labuan, dan Desa Kalanganyar. Penyebab utama banjir itu, karena luapan Sungai Cipunteun Agung akibat pendangkalan dan saluran air terhalang oleh sampah. Sedikitnya, seratusan rumah warga terkena dampak dan perahu nelayan juga sulit untuk berlayar, karena aliran sungai yang deras.
Ketua Forum Kampung Siaga Bencana (KSB) Kabupaten Pandeglang, Madsira mengatakan, beberapa lokasi di Kabupaten Pandeglang terkena banjir, diantaranya di Kecamatan Labuan, Munjul, Cikeusik, Sukaresmi, Patia, Sobang, Sumur dan Kecamatan Cigeulis.
“Banjir masih melanda wilayah Labuan, kemungkinan air laut juga bisa naik, karena masih turun hujan lebat. Kita terus monitor, dan menyiagakan personel dilokasi,” kata Madsira, Senin (26/5/2025).
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Kabupaten Pandeglang, Nana Mulyana mengatakan, penyebab utama banjir di Kecamatan Labuan yakni, karena penumpukan sampah dan pendangkalan aliran sungai.
“Itu kan karena tumpukan sampah, dan pendangkalan sungai. Hanya saja penanganannya itu ada diinstansi lain, karena kita hanya dibagian penanganan kebencanaan. Dan kurang etis juga kalau kita komentari hal itu,” ujarnya.
Pria yang akrab disapa abah ini, mengingatkan kepada semua pihak agar tidak membuang sampah sembarangan, karena bisa berdampak besar terhadap lingkungan, salah satunya menjadi pemicu banjir, seperti yang saat ini terjadi dan selalu terjadi di Kecamatan Labuan.
“Inilah pentingnya agar tidak membuang sampah sembarangan, kita harus menyadari betul dampak dari membuang sampah sembarangan. Jadi mari kita biasakan membuang sampah pada tempatnya,” pungkasnya.
Selain di Kecamatan Labuan, banjir juga melanda beberapa wilayah lain, yakni di beberapa kecamatan di Kabupaten Pandeglang. Akibat hal itu, lebih dari 481 rumah atau Kepala Keluarga (KK) terkena imbas, yaitu rumah mereka tergenang oleh air dengan ketinggian 10 sampai 90 sentimeter.
“Selain rumah, lebih dari 500 hektare sawah juga terkena dampak banjir. Sekarang kita juga masih menerjunkan tim kelokasi banjir untuk melakukan penanganan pertama dan membantu masyarakat yang terkena dampak,” imbuhnya. (adib)