SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG—Pemprov Banten mewacanakan pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di wilayah selatan Banten, tepatnya di Kecamatan Cibaliung, Kabupaten Pandeglang.
Hal itu sebagaimana disampaikan oleh Gubernur Banten, Andra Soni, saat menghadiri acara silaturahmi masyarakat bertajuk Kumpul Jeung Dulur yang digelar Salakanagara Institute di kawasan Puri Salakanagara, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang, Minggu, (8/6).
Dalam kesempatan itu, Andra menuturkan, rencana pembangunan RSUD tersebut telah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Banten 2024–2029 dan digadang-gadang sebagai langkah pemerataan layanan kesehatan. Menurutnya, keberadaan RSUD di Cibaliung akan memperkuat akses kesehatan masyarakat yang selama ini masih terbatas, terutama di wilayah-wilayah yang jauh dari pusat kota.
“Pembangunan RSUD di Cibaliung ini bagian dari upaya kita untuk mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat, bukan hanya di kota-kota besar, tapi juga di daerah,” katanya.
Andra menerangkan, saat ini Pemprov Banten juga tengah mengembangkan sejumlah layanan kesehatan berbasis teknologi dan kedekatan. Salah satu hasil pengembangan tersebut direalisasikan melalui mobil klinik yang dilengkapi sistem telemedisin.
Selain itu, kata Andra, sebagai upaya peningkatkan layanan kepada masyarakat, pihaknya juga kini telah menyediakan rumah singgah dan layanan ambulans di Jakarta yang bisa dimanfaatkan oleh warga Banten yang sedang menjalani rujukan pengobatan di ibu kota.
Baca Juga: Pemprov Banten Terapkan Pembelajaran Jarak Jauh
“Ini bagian daripada kita memberikan peningkatan layanan kepada masyarakat. Kemarin kita sudah meresmikan dua rumah sakit yang lama belum beroperasi, kemudian juga ada rumah singgah di Jakarta. Harapannya tentu ini bisa menjadi akses kemudahan masyarakat dalam layanan kesehatan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Andra juga menyinggung upaya mempercepat operasional dua rumah sakit daerah yang selama tiga tahun terakhir belum berfungsi: RSUD Uwes Qorny di Kecamatan Cilograng, Kabupaten Lebak, dan RSUD Moch Irsyad Djuwaeli di Labuan, Kabupaten Pandeglang.
“Kami ingin penamaan rumah sakit ini menjadi bentuk penghormatan kepada para tokoh yang berjasa dalam perjuangan berdirinya Provinsi Banten,” ucapnya.
Sekretaris Komisi V DPRD Banten, Rifky Hermiansyah mengatakan, proyek RSUD Cibaliung memang sudah masuk dalam perencanaan pemerintah daerah. Namun ia menegaskan, proyek ini masih dalam tahap kajian awal.
“Ya, saya sudah sempat berdiskusi langsung dengan Pak Gubernur. Insya Allah pada 2026 mulai pembangunan. Saat ini sedang kami siapkan uji kelayakan, desain, dan aspek teknis lainnya,” ujar Rifky.
Rifky menjelaskan, pembangunan RSUD Cibaliung akan menggunakan skema kolaborasi antara pemerintah kabupaten dan provinsi.
Baca Juga: Waspada Sebaran Abu Vulkanik GAK, Masyarakat Diminta Gunakan Masker
“Lahan disediakan oleh Kabupaten Pandeglang, sedangkan bangunan dan pengadaan fasilitas alat kesehatan jadi tanggung jawab Pemprov Banten,” katanya.
Rencana besar ini, lanjut Rifky, ditargetkan rampung pada 2027 dan langsung bisa dimanfaatkan masyarakat.
“Pak Gubernur ingin rumah sakit ini bisa beroperasi pada 2027. Semoga proses kajian dan persiapannya berjalan lancar,” tandasnya. (mpd/rmg)
























