SATELITNEWS.COM, TANGERANG–Suasana mencekam menyelimuti kawasan Jalan KH. Hasyim Ashari, Kota Tangerang, pada Kamis malam, 12 Juni 2025, sekitar pukul 19.30 WIB. Seorang remaja laki-laki ditemukan dalam kondisi mengenaskan—bersimbah darah dan mengalami luka parah di bagian leher—hingga membuat warga sekitar panik dan segera memberikan pertolongan.
Remaja tersebut diketahui berinisial AEF (16), warga Cipondoh yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Dugaan sementara, AEF menjadi korban aksi tawuran antar kelompok pelajar.
“Menurut keterangan saksi, korban merupakan korban tawuran pelajar,” ujar Kapolsek Tangerang, AKP Suyatno saat dikonfirmasi media pada Jumat dini hari, 13 Juni 2025.
Saksi mata yang pertama kali melihat AEF menyebutkan bahwa remaja itu tampak lemas, duduk di trotoar dengan kondisi luka terbuka, sambil meminta pertolongan. Respons cepat dari warga pun menyelamatkan nyawanya. Korban segera dibawa ke RSUD Kota Tangerang dengan ambulans.
“Korban ditemukan dalam keadaan duduk di pinggir jalan dan meminta tolong. Melihat luka yang cukup serius, warga segera membawanya ke rumah sakit menggunakan ambulans,” jelas AKP Suyatno.
Mendapatkan laporan tersebut, jajaran Polsek Tangerang langsung bergerak cepat. Tim Piket Reskrim yang dipimpin Kapolsek AKP Suyatno bersama Pawas AKP Budianto dan Kanit Reskrim AKP Ronald Sianipar, langsung menyambangi rumah sakit tempat korban dirawat.
Baca Juga: Kerusakan Jalan Teuku Umar Karawaci Akhirnya Diperbaiki
“Korban kini berada di Instalasi Gawat Darurat RSUD Kota Tangerang dan masih dalam penanganan intensif tim medis,” lanjut Kapolsek.
Namun karena kondisi korban yang belum stabil, pemeriksaan lanjutan oleh pihak kepolisian belum dapat dilakukan. Hasil observasi awal menunjukkan korban mengalami luka sobek akibat sabetan senjata tajam di bagian leher.
“Luka yang diderita korban merupakan akibat sabetan benda tajam di area leher,” terang AKP Suyatno.
Saat ini, penyelidikan lebih lanjut tengah dilakukan untuk mengungkap kronologi lengkap kejadian dan mengidentifikasi pelaku serta kemungkinan keterlibatan kelompok pelajar lainnya.
“Masyarakat diharapkan lebih waspada dan segera melapor jika melihat indikasi tawuran atau potensi konflik di lingkungan sekitar,” tutup AKP Suyatno. (mg01)
























