SATELITNEWS.COM, SERANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Serang, akan mengubah Sekolah Dasar Negeri (SDN) Keramat di Kecamatan Cikande, dari sekolah reguler bermigrasi ke sekolah rakyat. Karena sekolah tersebut, kurang diminati oleh masyarakat untuk mendaftarkan anaknya.
Sekretaris Disdikbud Kabupaten Serang, Eeng Kosasih mengatakan, berdasarkan hasil survey yang telah dilakukannya, siswa yang menempuh pendidikan di SDN Keramat dari kelas 1 sampai kelas 6 hanya ada 50 siswa, atau rata rata 5 sampai 10 setiap tahunnya yang mendaftar.
“Jadi memang ada kawan – kawan telepon ke saya, ada kecenderungan di satuan pendidikan itu kurang diminati. Jadi memang setelah saya survey, setiap tahunnya hanya ada 5 sampai 10 (yang mendaftar di SDN Keramat),” kata Eeng, Selasa (1/7/2025).
Karena kondisi sekolah yang kurang diminati, kata Eeng, pihaknya akan mengubah Sekolah Dasar Negeri (SDN) Keramat di Kecamatan Cikande, dari sekolah reguler bermigrasi ke sekolah rakyat. Hal ini pun, tentunya sejalan dengan perintah Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah, untuk menyiapkan sekolah rakyat.
“Ibu Bupati memerintahkan dinas pendidikan, untuk menyiapkan sekolah rakyat, cuma karena syarat untuk menyelenggarakan sekolah rakyat harus ada fasilitas bangunan. Kemudian, setelah saya zoom meeting dengan Kementerian Sosial, akhirnya InsyaAllah Kabupaten Serang menunjuk SDN Keramat dari sekolah reguler bermigrasi ke sekolah rakyat,” tuturnya.
Eeng juga menuturkan, siswa yang sudah ada nanti akan diarahkan untuk masuk ke sekolah rakyat, dan bagi siswa yang akan ikut di sekolah rakyat, nantinya dilakukan verifikasi sesuai dengan ketentuan serta persyaratan yang berlaku. Sedangkan siswa yang tidak masuk ke sekolah rakyat, akan dipindahkan ke sekolah terdekat.
“Sekolah rakyat itu, kan fokus kepada anak yang putus sekolah, siswa miskin, anak jalanan, anak terlantar dan lain sebagainya,” tandasnya.
Eeng mengungkapkan, sekolah rakyat ini juga akan memanfaatkan bangunan SDN Keramat yang sudah ada. Karena setelah survey, di sekolah itu sudah memiliki delapan ruang kelas.
“Insya Allah kita akan membuka 4 rombel, 2 rombel untuk SD dengan jumlah siswa masing masing 25 dan 2 rombel SMP dengan jumlah siswa 25,” ujarnya.
Terkait dengan pelaksanaan sekolah rakyat, Eeng mengatakan, saat ini pihaknya masih menunggu petunjuk teknis pelaksanaan sekolah rakyat tersebut dari kementerian, termasuk kelengkapan lain akan dibangun oleh pemerintah pusat. (sidik)