SATELITNEWS.COM, TANGSEL--Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) resmi memulai uji coba penerapan sistem satu arah (SSA) di Jalan H Usman, Kecamatan Ciputat, pada Rabu (2/7/2025). Uji coba ini direncanakan berlangsung selama tiga pekan guna mengevaluasi efektivitas kebijakan tersebut dalam mengurai kepadatan lalu lintas.
“Alhamdulillah sistem satu arah sudah kita mulai uji cobakan insyaAllah akan berlangsung tiga minggu ke depan, mengingat pada hari ini anak sekolah masih pada libur, mulai masuk kan 14 Juli. jadi nanti tiga pekan kedepan kita akan melakukan evaluasi seperti apa efektivitas,” ujar Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Tangsel, Martha Lena di lokasi.
Martha menjelaskan bahwa pemberlakuan SSA dimulai sejak pukul 05.00 hingga 08.00 WIB setiap harinya. Rentang waktu tersebut dipilih karena bertepatan dengan jam sibuk pagi hari, dan sekaligus memberikan ruang bagi petugas untuk mengosongkan area sebelum aktivitas warga meningkat.
“Kita harapkan pada rentang waktu tersebut, area bisa dikosongkan terlebih dahulu, sehingga aktivitas masyarakat bisa berjalan lebih lancar,” katanya.
Dalam pelaksanaan SSA, Dishub Tangsel menggandeng pihak kepolisian untuk melakukan penertiban terhadap kendaraan yang masih parkir di badan jalan. Meski demikian, tindakan tegas tidak dilakukan secara langsung. Pendekatan persuasif dan edukatif kepada masyarakat lebih diutamakan.
“Kita perlu waktu untuk melakukan pendekatan dan persuasi kepada masyarakat. Ini kan kebiasaan yang sudah puluhan tahun berjalan, jadi diharapkan juga untuk masyarakat membangun kesadarannya supaya bisa tertib berlalu lintas,” ucapnya.
Baca Juga: U-Turn Rawabuntu Mulai Diuji Coba, Titik Bisa Berubah Tergantung Hasil Evaluasi 3 Hari
Ia menambahkan, rambu-rambu dan marka jalan akan segera dipasang untuk membantu masyarakat memahami arah dan aturan baru di kawasan tersebut. Jalan Haji Usman dikenal sebagai salah satu jalur dengan aktivitas tinggi, terutama karena berada di sekitar kawasan pasar. Menurut Martha, ini menjadi salah satu tantangan utama dalam penerapan SSA.
“Kendalanya ini memang kawasan pasar dan masyarakat cenderung tidak mau parkir terlalu jauh. Untuk saat ini, kita mulai dengan merapikan sebagian area parkir terlebih dahulu. Perlahan-lahan, kita akan lakukan pembinaan kepada masyarakat. Kendala utama memang masih di parkir-parkir kendaraan yang masih menggunakan badan jalan,” paparnya.
Tak hanya itu, pendekatan langsung kepada pedagang, pengelolaan parkir, dan pihak sekolah juga terus dilakukan agar sistem ini berjalan dengan baik dan diterima oleh masyarakat.
“Jadi nanti sampai tiga minggu ke depan kita akan lakukan evaluasi. Nanti seperti apa efektifnya daripada sistem satu arah yang sudah kita terapkan ini,” jelasnya.
Jika hasil hasil uji coba dinilai positif, maka penerapan satu arah ini akan dipermanenkan ke depan. Martha pun berharap masyarakat dapat beradaptasi dengan sistem baru ini dan menyadari bahwa semua kebijakan yang diterapkan semata-mata untuk kebaikan bersama.
“Karena ini baru hari pertama, responsnya ya supportiflah. Apalagi tadi kan sudah kita arahkan ya, hanya sampai jam 8 pagi. Mereka sih nerima, sebagian besar menerima. Walaupun masih ada 1-2 pedagang yang curhat ya. Bu saya ini kan gini, pedagang, saya jauh mutar,” ungkapnya. (eko)
Baca Juga: Menteri PPPA Kecam Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Terhadap Siswa di Tangsel

















