SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Manchester City menderita kekalahan ketiganya berturut-turut di Liga Inggris 2026/2027. Bertamu ke markas Nottingham Forest, Man City dipaksa menyerah 1-3.
The Citizens mendekati permainan dengan kekalahan dari Aston Villa dan Brighton. Melawat ke Stadion The City Ground pada Sabtu (7/11/2026) , Liam Delap jadi momok Man City dengan dua gol.
Jair Cunha menyumbang satu gol Nottingham Forest lainnya. Sedangkan satu-satunya gol balasan Man City terlahir dari tembakan Rayan Cherki.
Dengan kekalahan ini, Manchester City tercecer dalam persaingan titel Premier League. Man City bergeming di peringkat kedua klasemen usai mengoleksi 21 poin, tertinggal enam poin dari juara bertahan Arsenal di puncak.
Tambahan tiga poin ini mengeluarkan Nottingham Forest dari zona degradasi. Forest kini bertengger di urutan 16 dengan sembilan poin.
Manajer Man City, Enzo Maresca, menilai buruknya performa di babak pertama jadi sebab timnya kalah dari Nottingham. Menurutnya, Man City kesulitan mengimbangi intensistas permainan Nottingham di separuh pertama laga.
Man City banyak kalah duel dan perebutan bola. Hal ini jadi sebab The Citizens harus kebobolan gol di babak pertama. Performa Man City membaik selepas jeda, tapi sudah terlambat untuk bisa membalikkan keadaan.
Baca Juga: Rekor Tak Terkalahkan Pendekar Cisadane Berakhir
“Pada babak pertama, ketika Anda tidak mampu mengimbangi intensitas lawan dan kalah dalam semua duel, situasinya menjadi sulit. Kemudian, saat kami mencoba untuk bangkit, semuanya sudah terlambat,” ujar Maresca dikutip dari BBC.
“Dalam pertandingan seperti ini, Anda harus bisa mengimbangi intensitas dan memenangkan duel; jika tidak, situasinya akan selalu rumit. Di babak pertama, performa kami dalam duel maupun perebutan bola kedua sangat buruk-kami kalah dalam semua situasi tersebut.”
“Saat kami mencoba untuk merespons, kami sudah tertinggal 2-0, dan dalam sepak bola, kondisi seperti itu selalu sulit untuk diatasi,” jelasnya.
Maresca mengakui dirinya khawatir dengan performa tim, tetapi meminta semua pihak tetap menjaga keseimbangan dalam menyikapi hasil pertandingan. “Saya selalu merasa khawatir, bahkan ketika kami memenangi pertandingan. Kami perlu menjaga keseimbangan. Kami menang tujuh kali beruntun, sekarang kalah tiga kali beruntun. Jadi, kami perlu melihatnya secara seimbang,” ujar Maresca seperti dilansir YahooSports.
Jeda internasional akan menjadi kesempatan bagi Maresca untuk membedah kekurangan timnya. Ia ingin memahami aspek permainan yang perlu diperbaiki sebelum Manchester City kembali bertanding.
“Selama jeda internasional, kami akan mencoba memahami apa yang bisa kami lakukan dengan lebih baik, lalu berusaha memulai lagi setelah jeda tersebut,” katanya.
Baca Juga: Real Madrid Gasak Valencia, Mourinho Kemas 97 Kemenangan
Maresca menegaskan, evaluasi itu akan dilakukan dengan pendekatan yang sama seperti ketika City memulai musim dengan tujuh kemenangan beruntun. “Dengan cara yang sama seperti yang kami lakukan
pada awal musim, kami akan memanfaatkan jeda internasional ini untuk memperjelas apa yang bisa kami tingkatkan,” lanjutnya.
“Kami tahu ada beberapa hal yang sudah kami lakukan dengan baik. Namun, kami juga tahu ada hal-hal yang perlu diperbaiki. Kami akan memanfaatkan jeda ini untuk memahami bagaimana menghindari pertandingan seperti ini,” tegas Maresca.
Sementara winger Man City Jeremy Doku menilai, start lambat membuat timnya mempersulit diri sendiri. Doku percaya, menghadapi tim-tim seperti Nottingham Forest mesti langsung panas. Doku turut menepis anggapan Man City kelelahan karena memainkan tujuh laga dalam sebulan terakhir.
“Babak pertama kami ketinggalan 0-2, bermain melawan tim seperti ini dan ketinggalan 0-2 itu berarti membuat sulit diri sendiri,” ucap pemain internasional Belgia ini di laman resmi Man City.
“Kami terbiasa bermain setiap dua hari kok. Itu bukan alasannya. Jika Anda bertanya kepadaku atas alasan untuk performa babak pertama, aku enggak tahu,” sambung Doku.
“Kami ketinggalan sangat awal di dalam pertandingan tadi, dan itu mengubah banyak hal. [Di babak kedua] kami bermain tanpa rem, kami sangat ofensif dan mencoba menciptakan banyak peluang.”
“Kami memang mencetak gol balasan di awal, tapi sebuah tim seperti ini memang sangat berbahaya dalam serangan-serangan balik,” Doku menambahkan. (dm)

















