SATELITNEWS.COM, SERANG – Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah, mengaku selalu siap mendukung perjalanan para pelaku wirausaha di Kabupaten Serang. Diantaranya, dengan terus berupaya menciptakan ekosistem usaha yang kondusif, mempermudah akses permodalan, serta membuka peluang pasar yang lebih luas.
Kata Zakiyah, dengan menguatkan sektor usaha mikro, tidak hanya meningkatkan pendapatan individu, tetapi juga mempercepat pemerataan ekonomi dan mengurangi angka kemiskinan di Kabupaten Serang.
“Saya optimis, akan lahir lebih banyak wirausahawan tangguh dan inovatif yang akan menjadi pilar ekonomi Kabupaten Serang,” kata Zakiyah, Rabu (16/7/2025).
Zakiyah menuturkan, usaha kecil dan menengah (UKM), khususnya usaha mikro adalah urat nadi perekonomian daerah yang merupakan motor menciptakan lapangan kerja, menggerakkan roda ekonomi desa, dan berkontribusi langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Saya percaya, di setiap desa tersembunyi potensi-potensi wirausaha yang luar biasa, siap untuk bangkit dan berkembang,” ttujarnya.
Namun demikian, menurut Ratu Zakiyah, perlu memahami bahwa pelaku usaha mikro seringkali menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan modal, akses pasar, hingga yang paling krusial, keterampilan manajerial dan kewirausahaan.
Baca Juga: Wakil Ketua DPRD: Geliat Investasi di Cipondoh Jadi Sinyal Positif Ekonomi Kota Tangerang
“Di sinilah peran pemerintah hadir melalui DAK non fisik ini, kita berinvestasi pada sumber daya manusia, memberikan pelatihan yang komprehensif agar bapak dan ibu sekalian tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu berinovasi dan bersaing,” tuturnya.
Dukungan pemerintah juga, akan selalu melibatkan para pelakuk UMKM di setiap kegiatan Pemerintah Kabupaten Serang. Sehingga semua UMKM bisa memberikan serta menghasilkan sesuatu dari kegiatan yang ada di pemerintah.
Sementara, Sekretaris Diskoumperindag Kabupaten Serang, Shinta Asfilian Harjani mengatakan, pihaknya telah memberikan pelatihan terhadap ratusan UMKM. Tujuannya untuk pembekalan kepada UMKM lebih kepada pengelolaan UMKM nya.
“Jika di total dari angkatan 1 sampai 6 kita sudah melaksanakan pelatihan bagi 300 peserta UMKM. Kita ingin mengenalkan kewirausahaan dan permodalan itu kepada UMKM,” pungkasnya. (sidik)
