SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Ketua Perhimpunan Hotel dan Restaurant Indonesia (PHRI) Kabupaten Pandeglang, Widiasmanto mengakui, pelaku usaha pariwisata khususnya hotel dan restaurant, saat ini dalam kondisi yang tidak baik – baik saja.
Namun demikian, pihaknya terus berjuang dan optimis bahwa industri pariwisata akan terus membaik.
“Tantangan kita di Pandeglang, selama ini cukup berat. Dari mulai bencana tsunami tahun 2018 silam, Covid dan kini dihadapkan pada kebijakan efisiensi anggaran dari Pemerintah Pusat,” kata Widi, Senin (21/7/2025).
Agar tetap bertahan ditengah kondisi yang kurang baik ini ujarnya, pihaknya bersama para pelaku usaha hotel dan restaurant lainnya, semakin gencar melakukan promosi dan pemasaran melalui platform digital dan sosial media.
Selain itu, pihaknya juga dituntut untuk terus berinovasi dan diversifikasi, terutama dalam pembuatan paket – paket wisata menarik.
“Kami juga terus bekerjasama dengan pemerintah, komunitas, maupun corporate,” tandasnya.
Baca Juga: Pengelola Wisata Dilarang Naikan Harga Sepihak, Pemprov Banten Turunkan Tim Pengawas
Menurutnya, sementara ini pihaknya memfokuskan pada market domestik terutama Jabodetabek, namun tetap mempromosikan paket – paket dengan travel agent market Internasional.
“Seperti di Tanjung Lesung, saat ini relatif cukup sering di kunjungi wisatawan luar negeri/diplomat maupun orang orang asing yang bekerja di Jakarta,” tambahnya.
Para pelaku usaha hotel dan restaurant juga ujarnya, melakukan peningkatan kualitas pelayanan dan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM), menerapkan efisiensi dalam operasional agar tetap survive.
“Kami mendorong semua stakeholder, untuk bekerjasama, berkolaborasi dan lebih fokus terhadap industri pariwisata. Yang mana, Pandeglang tidak lama lagi di support Pemerintah Pusat melalui infrastruktur jalan tol Serang-Panimbang,” tuturnya.
Apabila tingkat hunian dan kunjungan semakin membaik, ujarnya lagi, diyakini sektor pariwisata akan memberikan dampak langsung maupun tidak langsung.
Dampak langsungnya, menurut Widi yaitu, dari pendapatan operasional hotel sebesar 11% PB1 akan menjadi PAD. Sedangkan, dampak tidak langsungnya yaitu Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), penyedia bahan baku makanan dan minuman otomatis akan terserap di hotel dan restaurant.
Baca Juga: Bupati Dewi: Kebangkitan Pariwisata Tak Hanya Andalkan Promosi Semata
Untuk tetap meningkatkan angka kunjungan wisatawan, kawasan wisata KEK Tanjung Lesung-pun terus melakukan kegiatan promosi, pemasaran dan event, dengan target kunjungan wisatawan semakin meningkat dan investor juga semakin banyak.
“Apalagi, kita telah menyiapkan master plan beserta infrastruktur di dalam kawasan KEK. Kami juga mengajak para investor lokal, untuk dapat berkolaborasi dengan kami terutama dalam penyediaan UMKM, kuliner khas Pandeglang yang akan menjadi daya tarik wisatawan,” harapnya.
Sementara, pelaku usaha UMKM di Pandeglang, Suparman mengaku, butuh campur tangan pemerintah dalam hal mempromosikan produk yang ditawarkannya.
“Kami juga ingin, semisal produk kami bisa masuk dijajakan di lokasi wisata, atau ada lokasi khusus sejenis pusat jajanan oleh-oleh, dan sebagainya,” pungkas Parman.
Selama ini tandasnya, ia berusaha sendiri dengan modal usaha atau strategi pemasaran seadanya dan sebisanya. Maka, hasilnya dianggap kurang maksimal.
“Kalau bisa berkolaborasi dengan pemerintah, pelaku usaha pariwisata, hotel atau sejenisnya, dan pelaku usaha lainnya, pasti akan lebih luas pemasarannya. Dampaknya, tentu penghasilan kami juga meningkat,” imbuhnya. (mardiana)
























