SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Binus University @ Alam Sutera menghadirkan program studi (prodi) baru pada tahun akademik 2025/2026. Prodi tersebut meliputi Artificial Intellegence (AI) dan Cyber Security, Program Digital Business serta Program Digital Media .
Hadirnya program ini menjawab tantangan zaman dan banyaknya pertanyaan dari masyarakat. Menurut Campus Director Binus Alam @ Sutera, Prof Dr Lim Sanny, Binus Alam Sutera sebagai kampus kreatif terus mengembangkan potensi generasi muda di mana dalam era transformasi digital tidak terlepas dari peranan dari Cyber Security, AI, Digital Media serta Digital Business untuk mendukung jenjang karirnya.
Seluruh prodi yang diluncurkan ini merupakan jenjang sarjana atau S1. “Untuk mendukung program S1 ini kami menetapkan bahwa dosen yang mengajar sudah bergelar Doktor (S3), selain itu dalam upaya pengembangan karir dosen Binus sudah memiliki 49 guru besar dan tentunya kami sangat memperhatikan dari tenaga pengajarnya,” jelasnya kepada awak media di Kampus Binus University @ Alam Sutera, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Kamis (24/7/2025).
Lebih jauh Prof Lim mengatakan, latarbelakang pembentukan prodi baru tersebut adalah karena Binus ingin mendukung pendidikan di ranah kreatif yang tidak terlepas dari peranan teknologi. Terlebih pada era tranformasi digital sangat mendukung keberhasilan bisnis dari teknologi.
“Ini semuanya akan berjalan dan kami menyebutnya Binusian 2030, yakni mereka yang akan lulus pada 2030 sebagai seorang sarjana dan ini akan dibuka untuk periode perkuliahan 2026. Ada pun penerimaan mahasiswa dimulai dari 2025,” jelasnya. Untuk fasilitas yang diberikan, Prof Lim menambahkan bahwa Binus@ Alam Sutera sudah lengkap. Mulai dari laboratorium, auditorium, serta fasilitas penunjang lainnya seperti gedung olahraga dan gym dan lainnya.
Dekan School of Computer Science Binus University Prof. Dr Derwin Suhartono menegaskan transformasi digital tidak cukup hanya bicara inovasi. Tapi juga harus memastikan keamanannya dan bagaimana solusi itu bisa dipersonalisasi, cerdas, dan relevan dengan kebutuhan industri. Inilah mengapa AI dan Cyber Security menjadi dua fondasi penting teknologi untuk masa depan. “Kami ingin memastikan bahwa talenta digital Indonesia tidak hanya mengejar tren, tapi juga membentuk arah transformasi itu sendiri,”ujarnya ihwal pembentuka Prodi AI dan Cyber Security.
Pada program Artificial Intelligence Binus University mahasiswa dibekali dengan kompetensi teknis dan praktis yang sesuai dengan kebutuhan industrI masa kini. Kurikulumnya yang berbasis AI terapan juga mengintegrasikan pemahaman teori dengan pengembangan solusi nyata melalui proyek industri, kolaborasi global, dan pemanfaatan teknologi mutakhir. Dukungan dosen ahli, fasilitas modern, dan peluang karier lintas sektor—dari fintech, kesehatan, hingga industri kreatif—menjadikan program ini sebagai salah satu yang palin kompetitif di Indonesia.
Sementara program studi Digital Business kurikulum program ini dirancang agar lulusan siap bersaing secara global, baik sebagai profesional di perusahaan multinasional maupun sebagai wirausaha digital. Dengan demikian, para mahasiswa bisa berkarier dengan usaha besutan mereka sendiri setelah lulus.
“Program ini merupakan kombinasi dari keahlian bisnis dan teknologi yang saat ini sangat dibutuhkan industri. Kami membekali mahasiswa tidak hanya dengan kompetensi teknis, tetapi juga kemampuan berpikir strategis dan kewirausahaan. Harapannya, lulusan Digital Business mampu menjadi agen perubahan, termasuk dalam mentransformasi bisnis keluarga ke arah digital,” ujar Natalia , S.E., M.M., Ph.D, Head of Digital Business Program di BINUS @Alam Sutera.
Sebagai salah satu highlight dalam acara, BINUS menghadirkan Dr. Kevin Suryaatmaja, VP -Head of Strategic Business Transformation di Indosat, yang juga merupakan alumni BINUS Business School. Dalam sesi diskusi, Dr. Kevin menekankan pentingnya memahami transformasi digital yang kini telah mengubah model bisnis secara menyeluruh, mulai dari operasional hingga layanan pelanggan.
“Transformasi digital bukan hanya soal teknologi, tapi tentang cara berpikir baru. Bisnis dituntutuntuk lebih adaptif, cepat, dan berbasis data. Karena itu, pemahaman mendalam terhadap teknologi seperti AI dan data analytics menjadi kunci keunggulan kompetitif saat ini,” ujar Dr. Kevin.
Sedangkan Program Digital Business di Binus juga menawarkan pengalaman belajar yang komprehensifmelalui program magang di perusahaan nasional dan internasional terkemuka. Tak hanya itu, program ini telah terakreditasi oleh AACSB (Association to Advance Collegiate Schools of Business), yang menjadi bukti pengakuan kualitas pendidikan bertaraf internasional.
Program Studi Digital Media Communication merupakan hasil rebranding dari Program Mass Communication, yang kini dikembangkan dengan pendekatan yang jauh lebih komprehensif dan responsif terhadap tren industri kontemporer.
Perubahan ini tidak hanya terjadi pada tataran nama, tetapi juga menyentuh aspek fundamental dalam desain kurikulum, metode pembelajaran, serta ekosistem kolaborasi dengan industri. Dalam program ini, mahasiswa akan dibekali kemampuan untuk merancang, memproduksi, mendistribusikan, dan memonetisasi konten digital secara strategis dan kreatif.
Menurut Dr. Muslikhin, S.Pd., M.I.Kom, selaku Head of Program Digital Media Communication Binus University. “Program ini hadir untuk menjembatani kesenjangan antara kebutuhan industri dengan kesiapan lulusan perguruan tinggi. Media digital bukan hanya persoalan tren, tetapi juga medan kompetisi yang menuntut keahlian, adaptabilitas, dan kemampuan menciptakan inovasi secara berkelanjutan,” ujarnya.
Di program ini, mahasiswa akan didorong tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pencipta solusi digital di bidang komunikasi dan media. Memiliki koneksi yang kuat ke industtri, lulusan program ini diharapkan siap untuk berkontribusi di berbagai bidang karier, termasuk sebagai kreator konten profesional, digital strategist, media planner, campaign manager, atau terjun ke dunia industri media. (made)