SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista), minim peralatan penunjang keselamatan parawista. Akibatnya, pelayanan keselamatan pariwisata belum bisa dilakukan secara optimal.
Kepala Umum Balawista Banten, Ade Ervin mengakui, pihaknya masih kekurangan sarana dan prasarana penunjang keselamatan pariwisata. Hal itu, kata dia, menjadi kendala untuk melakukan penyelamatan terhadap wisatawan yang berkunjung ke semua lokasi pantai di Banten.
“Kita masih kekurangan sarana penting, untuk keselamatan pariwisata. Sarana itu, padahal sangat menunjang sekali untuk memberikan pelayanan keselamatan kepada para wisatawan,” kata Ade, Minggu (27/7/2025).
Ade menerangkan, ada beberapa sarpras yang sangat dibutuhkan, yaitu mobil evakuasi untuk kedaruratan, spead boat dan jetski, untuk pelaksanaan pertolongan, rescue board untuk pertolongan di pantai berombak, tersedianya pusat krisis pariwisata sebagai ruang pelaksana kedaruratan, ruang gawat darurat untuk wisatawan, dan ruang informasi keselamatan pariwisata.
Padahal, lanjutnya, kelengkapan alat keselamatan itu merupakan hal penting dan harus bisa dipenuhi, sebagai upaya mengoptimalkan pelayanan keselamatan sekaligus bisa dipergunakan untuk penanganan atau bantuan pertama keselamatan bagi para wisatawan.
“Nah sarana yang disebutkan Balawista, itu tadi yaitu, sarana prioritas layanan publik yang seharusnya diutamakan karena memang kita sangat membutuhkan itu,” ujarnya.
Baca Juga: Tingkatkan Kapasitas SDM, Puluhan Anggota Balawista Banten Ikuti Uji Kompetensi Level 4
Ade mengaku, pihaknya sudah sering menyampaikan kebutuhan tersebut kepada Pemprov Banten, akan tetapi tidak pernah mendapatkan jawaban pasti, dengan alasan keterbatasan anggaran atau ada priorotas lain yang harus diutamakan.
“Balawista setiap tahun mengajukan permohonan sarana tersebut, melalui rapat koordinasi teknis dengan Dispar melalui bidang terkait. Tapi tidak ada jawaban, apakah permohonan tersebut bisa terfasilitasi atau tidak,” ujarnya lagi.
Dia menilai, respons dari Pemprov Banten itu menunjukkan bahwa, saat ini hal yang diutamakan yaitu baru sekedar branding atau pencitraan nama baik, dan belum menyentuh hal yang utama.
“Sejauh ini, koordinasi berjalan baik, tetapi belum ada solusi karena Pemprov masih fokus ke sarana branding, bukan ke prioritas layanan publik,” pungkasnya.
Sementara, Ketua Balawista Pandeglang Agus Taufiq mengatakan hal senada. Kata dia, selama ini sarana penunjang keselamatan pariwisata masih kurang dan belum optimal. Akibat hal itu, pelayanan keselamatan bagi para wisatawan belum bisa dilakukan secara maksimal.
“Di Pandeglang juga sama, kita masih kekurangan sarana dan prasarana penunjang keselamatan. Makanya, setiap ada kejadian yang sulit diatasi, kita selalu koordinasikan dengan instansi terkait yang lebih lengkap sarananya,” imbuhnya. (adib)
Baca Juga: Tim Balawista Sebut Ratusan Ribu Wisatawan Kunjungi Pantai di Banten
























