SATELITNEWS COM, SERANG – Untuk menjaga ekosistem biota laut di perairan Provinsi Banten, transpalantasi terumbu karang harus terus digencarkan. Tidak hanya menjadi sebuah wacana, tetapi harus menjadi tindakan nyata yang berkelanjutan.
Secara umum, terumbu karang di Banten menghadapi ancaman seperti pemutihan karang akibat suhu laut yang meningkat, praktik penangkapan ikan yang merusak, polusi, dan pengembangan wilayah pesisir.
Untuk itu, diperlukan pengelolaan yang berkelanjutan untuk melindungi dan memulihkan terumbu karang di Banten. Termasuk upaya untuk mengurangi tekanan dari aktivitas manusia, dan mengatasi dampak perubahan iklim.
Aktivis lingkungan Pulau Tunda, Kabupaten Serang, Abdul Rosyid mengatakan, kondisi perairan di Pulau Tunda saat ini, banyak terjadi pencemaran yang merusak sejumlah terumbu karang, tempat biota laut berkembang.
Kerusakan itu, salah satunya disebabkan oleh ulah tangan manusia. “Oleh karenanya, penting bagi kita untuk memahami apa saja yang bisa kita lakukan untuk menjaga laut kita, agar tetap Lestari dengan jutaan mahluk hidup yang ada di dalamnya,” kata Rosyid, seusai melakukan aksi transplantasi terumbu karang di perairan Laut Merak, Kota Cilegon.
Kegiatan yang dirangkaikan dengan pembentangan bendera merah putih raksasa di laut itu, dalam rangka menyambut hari kemerdekaan RI. Rosyid menilai, kemerdekaan itu tidak hanya dirayakan dengan seremoni, tetapi juga melalui tindakan nyata yang bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat.
“Bagi kami, kemerdekaan berarti menjaga warisan alam untuk generasi mendatang. Transplantasi terumbu karang, adalah bentuk kontribusi kami untuk memulihkan ekosistem laut yang semakin terancam,” ujarnya.
Ia menegaskan, bahwa kegiatan transplantasi akan dilakukan secara berkelanjutan, termasuk di perairan Merak dan titik-titik lainnya.
Dirinya bersama komunitas relawan Banten dan Forum Potensi SAR (Fotsar) Banten serta Asosiasi Keselamatan Selam Indonesia (AKSI) Provinsi Banten, yang tergabung dalam Relawan Fesbuk Banten News akan menjadikan jalur perairan Merak ini tidak hanya dikenal sebagai jalur pelayaran, tetapi juga sebagai pusat edukasi dan wisata bahari yang ramah lingkungan.
“Karena kemerdekaan ini memberi kita tanggung jawab untuk menjaga kekayaan ini,” tambahnya.
Ketua Fotsar Banten Taufiq mengatakan, aksi transplantasi terumbu karang ini selaras dengan semangat kemerdekaan yang menekankan kedaulatan sumber daya alam. Apalagi, laut merupakan bagian penting dari kedaulatan bangsa.
“Dengan menanam terumbu karang, kami tidak hanya memperingati HUT RI, tetapi juga memberi makna bahwa kemerdekaan harus diisi dengan upaya menjaga kekayaan negeri,” ujarnya.
Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I Kunto Arif Wibowo yang hadir di lokasi menilai kegiatan tersebut sebagai wujud nasionalisme yang relevan dengan kondisi saat ini.
“Kepedulian terhadap laut adalah bentuk cinta tanah air. Relawan menunjukkan bahwa merayakan kemerdekaan bisa dilakukan dengan aksi yang berdampak langsung pada lingkungan,” imbuhnya. (luthfi)