SATELITNEWS.COM, SERANG – Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Banten, memprediksi kebutuhan hewan kurban bagi masyarakat di tahun 2026 mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
Ditahun 2025 lalu, kebutuhan hewan kurban mencapai 61.690 ekor, sedangkan ditahun 2026 diprediksi menembus 63.171 ekor atau meningkat tiga persen lebih. Ajaibnya, para peternak di Banten hanya bisa memenuhi 19 persen lebih atau sebanyak 11.969 ekor. Sementara, 80 persen lebih sisanya berasal dari luar Banten.
Informasi yang berhasil didapat, kebutuhan hewan kurban Sapi tahun 2025 lalu sekira 14.266, sedangkan tahun 2026 sekira 14.409 ekor, sementara yang tersedia dan siap potong hanya sebanyak 1.946 ekor sapi potong.
Kemudian, kebutuhan kerbau potong ditahun 2025 sebanyak 543 ekor, sedangkan ditahun 2026 sekira 516 ekor, dan yang tersedia dan siap potong sekira 652 ekor kerbau atau stoknya cukup dan berlebih.
Selanjutnya, kebutuhan kambing potong di tahun 2025 sebanyak 25.512 ekor, di tahun 2026 jumlahnya bertambah menjadi 26.002 ekor. Dari kebutuhan itu, kambing potong yang tersedia hanya 6.123 ekor atau mengalami banyak kekurangan.
Sedangkan kebutuhan domba potong, di tahun 2025 sebanyak 21.369 ekor, di tahun 2026 ini kebutuhannya diprediksi sekira 22.224 ekor. Dari kebutuhan itu, jumlah domba potong yang tersedia hanya sekira 3.249 ekor dan mengalami banyak kekurangan.
Baca Juga: Kurang Diminati Generasi Muda, Dunia Pertanian Di Banten Mengkhawatirkan
Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Kesehatan Hewan (Keswan) dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Dinas Pertanian Provinsi Banten, Ari Mardiana mengatakan, kebutuhan hewan kurban setiap tahun mengalami peningkatan.
Ditahun 2026 ini, kebutuhan hewan kurban untuk sapi, kerbau, kambing, dan domba mengalami peningkatan sebanyak tiga persen. Sementara, para peternak dan pemerintah belum bisa menutupi kebutuhan hewan kurban menjelang perayaan Idul Adha tersebut.
“Hasil produksi hewan kurban lokal di Banten hanya bisa menyediakan 19 persen dari estimasi kebutuhan kurban. Sementara, 80 persenan sisanya masih bergantung dari luar daerah,” katanya, Selasa (12/5/2026).
Dia mengatakan, kebutuhan konsumsi hewan kurban untuk perayaan Idul Adha di Banten lebih besar dibandingkan ketersediaannya. Fenomena ini terjadi karena beberapa hal, salah satunya minat masyarakat untuk berternak hewan kurban masih kurang.
“Potensinya memang ada untuk mengembangkan ternak kurban, tapi minatnya masih kurang. Potensi pengembangan hewan kurban paling tinggi ada di Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak,” ujarnya.
Atas dasar itu, kata dia, Pemprov Banten melalui Dinas Pertanian baru bisa menyediakan 19 persen kebutuhan masyarakat atas hewan kuran, sedangkan sisanya masih mengandalkan pasokan dari luar daerah.
Baca Juga: Banyak Dikeluhkan, Program MBG Di Banten Bakal Dievaluasi Menyeluruh
“Ada juga peternak yang memotong sapi betina yang masih produktif dengan alasan kebutuhan. Padahal kita sudah sering sampaikan agar sapi betina yang masih produktif tidak dipotong, tetapi ya itulah,” pungkasnya.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Distan Provinsi Banten Nasir M Daud menambahkan, pihaknya akan terus melakukan pengawasan dan pemeriksaan kesehatan hewan kurban sampai perayaan Idul Fitri. Tindakan itu harus dilakukan, agar hewan kurban yang diperjual belikan dan dikonsumsi masyarakat dalam kondisi sehat.
“Tentunya kita periksa semua kesehatan hewannya, termasuk dokumen kesehatan dari daerah asal. Supaya tidak ada penyebaran penyakit hewan dilapangan, supaya daging yang dikonsumsi masyarakat dalam kondisi baik,” imbuhnya. (adib)
